Pengertian T-Shirt atau Kaus Oblong

07.18

Pengertian T-Shirt atau Kaus Oblong !

Pengertian T-Shirt

T-shirt (Kaos Oblong) adalah jenis pakaian yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, dan perut. Kaus oblong pada umumnya tidak mempunyai kancing, kerah, dan juga saku.
Kebanyakan kaus oblong mempunyai lengan pendek (dari batas bahu sampai sepanjang siku) dan berleher bundar. Bahan yang digunakan untuk membuat t-shirt adalah katun atau poliester (atau gabungan dari keduanya).
Kaos yang terbuat dari katun umumnya memiliki kain yang terasa lembut. Pada umumnya penggunaan kaus lebih nyaman diandingkan dengan memakai baju lainnya.
Mode kaus oblong terdiri dari mode untuk wanita dan mode untuk pria. T-shirt dapat diakai di semua usia, dari anank-anak, laki-laki, perempuan, dewasa, bahkan orang tua atau lansia.
Pada zaman dahulu, t-shirt digunakan sebagai pakaian dalam. Namun, sesuai dengan perkembangan zaman yang makin pesat penggunaan t-shirt digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Sejarah Penggunaan T-Shirt

Awal mula berkembangnya pemakaian t-shirt atau kaus oblong adalah sejak pemakaian kaus oblong sebagai pakaian dalam oleh tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai dengan awal abad 20.
Pada masa itu masyarakat umum pun belum mengenl pemakaian kaus oblong dalam kegiatan sehari-hari. Para tentara menggunakan pakaian kaus oblong tanpa corak hanya pada saat udara sedang panas saja dan pada saat tidak memakai seragam tentara. Pada saat itu warna dan corak dari kaus itu hanya sama-sama saja. T-shirt tersebut belum memiliki variasi, ukuran, kerah, dan lingkaran kerah. Warna kaus oblong pada masa itu berwarna putih.

Awal Kepopuleran T-Shirt

Awal kepopuleran t-shirt adalah saat dikenakan oleh Marlon Brando pada tahun 1947. Ia mengenakan kaus tersebut dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya dari Tenesse William di Broadway. Pada saat itu ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky.
T-shirt yang dikenakan berwarna abu-abu. T-shirt tersebut sangat pas dan menempel di tubuh Brando. T-shirt itu sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya.
Selain teater tersebut, Marlon Brando juga memernkanfilm Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi oleh James Dean.
Saat itu penonton langsung berdecak kagum dan terpaku. Walaupun demikian, ada juga penonton yang protes. Mereka beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong atau t-shirt tersebut termasuk tindakan kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, munculah polemik mengenai kaos oblong.
Polemik yang terjadi adalah sebagian kalangan berpendapat bahwa pemakaian kaus oblong (t-shirt) sebagai pakaian luar adalah tidak beretika dan tidak sopan.
Walaupun demikian, pasca pentas teater tersebut, pemakaian kaus oblong dikalangan remaja atau anak muda justru mendatangkan demam kaus oblong. Bahkan mereka menganggap kaus oblong sebagai lambang kebebasan anak muda.
Bagi anak muda tesebut, kaus oblong bukan sebagai suatu mode atau tren, melainkan mereka menganggapnya sebagai bagian dari keseharian mereka.
Polemik yang terjadi ini malah menimbulkan kenaikan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Kenaikan tersebut menjadikan beberapa perusahaan menjadi bersemangat memroduksi t-shirt. Para erusahaan tersebut sebelumnya meragukan prospek bisnis kaus obong atau t-shirt.
Perusahaan pun semakin mengembangkan produksi t-shirt dengan berbagai bentuk serta warna dan memroduksinya secara besar-besaran. Penggunaan kaus oblong menjadi lebih menanjak sejak Marlon Brando menjadi bintang iklan produk tersebut dengan megenakan kaus oblong yang dipadukan dengan celana jins dan jaket kulit.
Karena maraknya penggunaan kaus oblong atau t-shirt, pada tahun 1961 sebuah organisasi “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong ini diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengemukakan bahwa kaos oblong adalah karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Apa Arti “T” Pada kata “T-Shirt”

Apa sih sebenarnya arti “t” pada kata t-shirt ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak enjelasan berikut ini.
Huruf “t” mengacu ada pola atau bentuk dari t-shirt itu sendiri. Makna lain dari huruf “t” adalah berasal dari kata Terrific Shirt, The Shirt, Trim Shirt, Tidy Shirt, Trendy Shirt, dan sebagainya.
Sebuah t-shirt dapat menggambarkan suatu kebanggaan dalam keluarga, olah raga, sekolah, suatu prestasi, keyakinan, negara atau kota. T-shirt juga dibubuhi gambar guna mengungkapkan pernyataan sebuah keyakinan, sikap politik, atau menyampaikan suatu informasi.
T-Shirt yang dibuat secara khusus seringkali menjadi alat efektif dalam membangun team atau kelomok di suatu kantor,sekolah, olah raga, dan berbagai kelompok kegiatan lainnya. Selain itu, t-shirt juga sebagai sarana promosi acara seperti festival dan proyek khusus, T-Shirt dapat menjadi sarana penyebarluasan yang cukup baik.
T-Shirt juga dapat memecahkan keheningan dan pemancing percakapan. Misalnya, anda sedang berada di luar negeri dan melihat seseorang yang memakai T-Shirt yang berasal dari daerah anda, seringkali akan memancing percakapan tentang kampung halaman.
Sebuah T-Shirt yang bertuliskan “I heart something” sering mengundang komentar dari orang-orang yang menyukai hal yang sama.

T-Shirt di Indonesia

Munculnya atau berkembanganya t-shirt di Indonesia adalah sejak dibawa oleh orang-orang Belanda. Perkembangan t-shirt ini tidak pesat disebabkan teknologi yang belum memadai. Itulah yang menyebabkan t-shirt pada masa itu termasuk barang yang mahal.
Akan tetapi, sekitar awal tahun 1970 kaos oblong atau t-shirt baru menampakkan perkembangan yang tajam sampai menjalar ke segenap pelosok pedesaan. Pada saat itu wujudnya masih konvensional. Kaus oblong itu berwana putih. Terbuat dari bahan katun-halus-tipis, dan menempel ketat di badan.Pada masa itu kaus oblong hanya dipakai untuk kaum pria.
Merek yang terkenal pada saat itu ialah Swan dan 77. Ada pula yang bermerek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan judul “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).
Pada tahun 1980 an dunia kaos oblong dikuasai oleh industri kreatif. Selanjutnya, muncul merek-merek terkenal seperti C59 dari Bandung, JOGER dari Bali, dan DAGADU dari Yogyakarta.
Kaos oblong ini terkenal dengan designnya yang unik dan menarik. Selain merek-merek tersebut, dunia kaos Indonesia dikuasai oleh beberapa merek terkenal yang dijual di supermarket seperti merek HAMMER, POSHBOY, OSELLA, dan masih lain-lain. Sebagian dari merek-merek terkenal ini masih bertahan, namun ada juga sebagian yang lain sudah tidak beredar di pasaran.
Tahun 1990 an merupakan tahun dimana Dunia kaos di Indonesia diramaikan oleh maraknya insan-insan kreatif yang menjual kaos dengan design sendiri dan memproduksi sendiri, serta menjual di toko sendiri.
Mereka inilah yang dikenal sebagai Distro Clothing. Distro adalah singkatan dari “Distribution Outlet” yang artinya toko yang mendistribusikan atau menjual barang-barang unik termasuk kaos.

Robot Untuk Auto Like Facebook 100% Work

Pengertian T-Shirt atau Kaus Oblong | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)