Pengertian Pranata Sosial | Ciri, Fungsi, Tujuan dan Macam-Macam Pranata Sosial

06.33

Pengertian Pranata Sosial | Ciri, Fungsi, Tujuan dan Macam-Macam Pranata Sosial !

Pengertian Pranata Sosial

Pengertian pranata sosial adalah sistem norma yang menata suatu rangkaian tindakan berpola yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok dari manusia dalam kehidupan masyarakat yang terbentuk melalui proses pembelajaran.
Pranata sosial berasal dari bahasa Inggri, yaitu dari kata “social institution” yang berarti nilai dan norma sosial yang berharga dan dianggap penting dalam masyarakat.
Manusia membentuk pranata sosial guna setiap individu/kelompok selalu menjalin hubungan sosial secara positif. Pranata sosial berisi nilai dan norma sosial yang berfungsi untuk mengatur hubungan sosial. Pranata sosial dibutuhkan dalam masyarakat guna mencapai suatu keteraturan.

Pengertian Pranata Sosial Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa ahli yang mendevinisikan pengertian pranata sosial, diantaranya adalah :

Alvin L. Bertand

Menurutnya, pranata sosial pada hakikatnya merupakan suatu kumpulan dari norma sosial (struktur-stuktur sosial) yang telah ada dan diciptakan untuk bisa melaksanakan fungsi dalam masyarakat. Pranata-pranata tersebut akan meliputi antara lain norma dan juga bukan norma yang berdiri sendiri.

Koentjaraningrat

Pengertian pranata sosial yaitu suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Leopold von Wiese dan Howord Becker

Pengertian pranata sosial menurut Leopold von Wiese dan Howord Becker yaitu suatu jaringan dari proses-proses hubungan antara manusia dan juga antara kelompok manusia yang berguna untuk dapat memelihara hubungan-hubungan dan juga serta pola-polanya yang sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan juga kelompok.

Mayor Polak

Mayor Polak berpendapat bahwa pengertian pranata sosial yaitu suatu kompleks maupun sistem peraturan-peraturan dan juga adat istiadat yang dapat mempertahankan nilai- nilai penting.

Paul B. Horton dan Chester L. Hunt

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, pengertian pranata sosial adalah sistem norma untuk mencapai suatu tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat diapndang penting atau sekumpulan kebiasaan dan tata kelakuan yang berkisar pada kegiatan pokok manusia.

R.M. Mac Iver dan CH. Page

Pranata sosial merupakan bentuk-bentuk maupun kondisi-kondisi prosedur yang mapan, yang akan menjadi karakteristik bagi aktivitas dalam kelompok. Kelompok yang akana melaksanakan patokan-patokan tersebut dikenal dengan asosiasi.

Roucek dan Warren

Pengetian pranata sosial adalah pola-pola yang telah mempunyai suatu kedudukan tetap maupun pasti untuk dapat mempertemukan bermacam-macam kebutuhan pada manusia yang muncul dari kebiasaan-kebiasaan dengan cara mendapatkan persetujuan dari cara-cara yang sudah tidak bisa dipungkiri lagi, untuk dapat memenuhi konsep kesejahteraan masyarakat dan juga menghasilkan suatu struktur.

Selo Sormadjan dan Soelaeman Soemardi

Selo Sormadjan dan Soelaeman Soemardi mengemukakan pengertian pranata sosial merupakan semua norma-norma dari segala tingkat dan juga yang berkisar pada suatu keperluan pokok didalam kehidupan masyarakat yang merupakan suatu kelompok yang diberi nama ialah sebagai lembaga kemasyarakatan.

Soerjono Soekanto

Devinisi pranata sosial menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan dari norma dan perilaku dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok didalam kehidupan bermasyarakat.

Summer

Dari sudut kebudayaan , Summer berpendapat behwa pranata sosial adalah sebagai perbuatan, cita-cita, sikap, dan juga perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal dan juga yang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam masyarakat yang berfungsi untuk dapat menciptakan keteraturan dan juga integrasi dalam masyarakat.

Ciri-Ciri Pranata Sosial

Secara umum, ciri-ciri pranata sosial adalah sebagai berikut.
  • Memiliki tujuan jelas.
  • Memiliki aturan atau tata tertib mengikat.
  • Memiliki kekekalan atau jangka waktu tertentu.
  • Memiliki prasarana atau kelengkapan.
  • Memiliki simbol atau lambang tertentu.

Fungsi dan Tujuan Pranata Sosial supaya

Inti dari tujuan pranata sosial adalah untuk memenuhi kebutuhan. Masyarakat selalu ingin hidup dengan aman dan nyaman. Oleh sebab itu, aturan-aturan hidup supaya masyarakat bisa hidup bersama-sama secara teratur dan damai.
Secara khusus, pranatan sosial bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan rasa aman, memberi perlindungan, menjaga keutuhan, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam proses pengendalian sosial.
Selain itu, fungsi dari pranata sosial adalah sebagai pedoman anggota mesyarakat dalam bertingkah laku, menjaga keutuhan masyarakat, dan mengatur pengendalian dalam masyarakat.

Tipe Pranata Sosial

Tipe pranata sosial adalah sebagai berikut.

Pranata Sosial Berdasarkan Sistem Nilainya

Berdasarkan sistem nilainya, pranata sosial dibedakan menjadi :
Basic Social Institutions
Basic social institutions adalah pranata sosial yang bersifat pokok dansangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Misalnya, pranata keluarga, pranata pendidikan, pranata ekonomi, pranata hukum, pranata agama, dan pranata kesehatan. Pranata tersebut digolongkan menjadi basic social inistitutions sebab bisa memenuhi kebutuhan dasar anggota masyarakat.
Subsidiary Social Institutions
Subsidiary social institutions adalah pranata sosial yang bersifat pelengkap dan sering disebut kurang penting dalam kehiupan masyaakat. Misalnya, pranata pariwisata. Pranata tersebut tidak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Pranata Sosial Berdasarkan Fungsinya

Berdasarkan fungsinya, pranata sosial golongkan menjadi :
Operative Social Institutions
Operative social institutions adalah pranata sosial yang dibangun karena adanya spesialisasi dan peningkatan kemampuan kerja masyarakat dalam bidang tertentu. Operative social institutions menaungi dan menghimpun pola-pola atau tata cara yang dibutuhkan guna mencapai tujuan bersama antaranggotanya. Contoh operative social institutions adalah lembaga industri dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Regulative Social Institutions
Regulative social institutions adalah pranata sosial yang bertugas mengawasi tata kelakuan warga masyarakat dalam memenuhi aturan yang berlaku. Contoh Regulative social institutions adalah pranata hukum yang didalamnya terapat beberapa asosiasi, misalnya kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman.

Pranata Sosial Berdasarkan Pengembangannya

Berdasarkan pengembangannya, pranata sosial dibedakan menjadi :
Crescive Social Institutions
Crescive social institutions adalah pranata sosial yang terbentuk secara tidak sengaja dan tumbuh dari adat istiadat setempat. Misalnya, pranata perkawinan, pranata adat, dan pranata agama.
Enacted Social Institutions
Enacted social institutions adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk tujuan tertentu dan bersifat lebih resmi jika dibandingkan crescive social institutions. Misalnya, pranata kesehatan, pranata pendidikan, dan pranata ekonomi.

Pranata Sosial Berdasarkan Penyebarannya

Berdasarkan penyebarannya, pranata sosial dibedakan menjadi :
General social institutions. Pranata sosial ini bisa berkembang secara luas dan dapat diterima oleh masyarakat sehingga dapat ditemukan dimana saja dan bersifat pokok. Contohnya, pranata pendidikan.
  • Restricted social institutions. Pranata sosial ini memiliki sifat terbatas atau sempit sehingga perkembangannya terjadi pada beberapa wilayah tertentu. Contohnya, pranata adat.

Pranata Sosial Berdasarkan Penerimaannya

Berdasarkan penerimaannya, pranata sosial dibedakan menjadi :
  • Approved social institutions atau social sanctioned institutions adalah pranata sosial yang bisa diterima dengan baik oleh masyarkat sebab keberadaanya diangga bermanfaat, penting, atau berharga. Contohnya, pranata agama dan pranata pendidikan.
  • Unsanctioned social institutions adalah pranata sosial yang tidak diterima dalam masyarakat. Pranata ini diangga menganggu atau merugikan masyarakat. Contohnya, geng motor dan teroris.

Macam-Macam Pranata Sosial dalam Masyarakat

Berikut ini adalah macam-macam pranata sosial.

Pranata keluarga

Keluarga adalah bagian terkecil dalam suatu masyarakat. Pranata keluarga merupakan suatu sistem nilai atau aturan-aturan yang mengatur segala aktivitas anggota keluarga di lingkungannya. Keluarga terbentuk melalui perkawinan. Keluarga memiliki beberapa fungsi, yaitu :
Fungsi Nyata (Manifes)
Fungsi nyata atau manifes diantaranya adalah :
  • Fungsi afeksi (kasih sayang). Dalam suatu keluarga tentunya akan ada kasih sayang yang akan menyebabkan keharmonisan dalam keluarga tersebut.
  • Fungsi sosialisasi (penanaman nilai dan norma). Keluarga berperan mengajarkan nilai dn norma kepada setiap anggota keluarganya.
  • Fungsi biologis. Laki-laki dan perempuan yang menikah dapat meneruskan garis keturunannya.
  • Fungsi proteksi (rasa aman). Keluarga merupakan tempat berlindung bagi anggota masyarakat.
  • Fungsi pengendalian sosial. Keluarga berperna membimbing anggota keluarganya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
  • Fungsi religius (beragama). Keluarga berperan mengajarkan agama yang telah dianut ole orang tuanya.
  • Fungsi ekonomi. Keluarga berfungsi memenuhi kebutuhan lahiriah anggota keluarganya.
Fungsi Tersembunyi (Laten)
Adapun fungsi laten atau fungsi tersenbunyi keluarga adalah, sebagai berikut.
  • Memelihara nama baik keluarga. Nama baik suatu keluarga dapat dijaga dengan selalu mematuhi nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • Menjaga harta milik keluarga. Harta milik keluarga dapat dijaga dengan mewariskan harta tersebut kepada ahli waris, yaitu anggota keluarganya.
  • Memberikan status. Melalui keluarga, bayi yang lahir dapat memperoleh status sosial dan identitas dalam masyarakat.
  • Menjaga gelar yang dimilikinya. Anggota keluarga dapat mewarisi gelar keluarganya, terutama gelar kalangan bangsawan.

Pranata Pendidikan

Pendidikan adalah suatu proses yang terjadi disebabkan oleh proses interaksi berbagai faktor yang menghasilkan penyadaran diri dan penyadaran lingkungan sehingga memberikan rasa percaya akan lingkungan.
Pranata pendidikan atau lembaga pendidikan dalam masyarakat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu formal, nonformal dan informal. Walaupun demikian, pranata pendidikan mempunyai fungsi nyata (manifes). Fungsi tersebut diantaranya sabagai berikut.
  • Mempersiapkan anggota masyarakat guna mencari nafkah.
  • Mananamkan keterampilan dalam demokrasi.
  • Mengajarkan peranan sosial sesuai dengan status sosialnya.
  • Mengajarkan nilai dan norma.
  • Mengembangkan kreativitas masyarakat.
  • Meningkatkan kemajuan melalui keikutsertaan dalam penelitian ilmiah.
Selain fungsi nyata (manifes), ada juga fungsi tersembunyi (laten) pranata pendidikan antara lain :
  • Mengurangi pengawasan orang tua terhadap anak.
  • Memperpanjang masa remaja dan menunda masa dewasa peserta didik.
  • Mengajarkan anak berpikir kritis dalam lingkungan sosial.
  • Mempertahankan sistem kelas sosial masyarkat.

Pranata Agama

Pranata agama adalah sebuah pranata yang mempunyai andil penting dalam menuntun serta mengatur jalan hidup seorang manusia.
Menurut Paul B. Horton, pranata agama atau lembaga agama adalah suatu sistem keyakinan dan praktik keagamaan yang telah dilakukan dan dirumuskan, serta dianut luas oleh masyarakat karena dipandang perlu dan benar.
Pranata agama merupakan pranata yang berperan penting gun menjaga harmoni sosial dimuka bumi dan mempersiapkan umat beragama agar selamat didunia dan diakhirat. Guna mencapai tujuan tersebut, pranata agama mempunyai fungsi nyata (manifes) sebagai berikut ini.
  • Memberi pedoman hidup bagi para pemeluknya dan mengajarkan menusai nia-nilai yang baik.
  • Mengajarkan kebenaran bagi pemeluknya.
  • Mengajarkan kerukunan dan keseimbangan dengan lingkungan sekitarnya.
  • Meningkatkan kualitas kehidupan sosial bagi pemeluknya yang tata beragama.
Selain fungsi nyata (manifes), berikut ini adalah fungsi tersenbunyi (laten) pranata agama adalah :
  • Mengajarkan hidup harmonis dan kerukunan antar umat beragama.
  • Menanamkan dogma bagi pemeluknya.
  • Sebagai spirit dalam pembangunan.

Pranata Ekonomi

Pranata ekonomi merupakan sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa. Pranata ekonomi berperan sebagai lembaga yang menjalankan proses pemenuhan kebutuhan manusia yang meliputi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.
Fungsi nyata (manifes) pranata ekonomi adalah sebagai berikut.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi adalah mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dan barang setengah jadi menjadi barang jadi yang siap pakai. Barang hasil produksi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dai produsen kepad konsumen. Proses penyaluran barang dan jasa dpat dilakukan secara langsung kepada konsumen maupun lewat pengecer (retail).
Fungsi Konsumsi
Fungsi konsumsi berkaitan dengan menghabiskan daya atau menggunakan suatu barang dan jasa sesuai dengan kebutuhan. Fungsi konsumsi harus diwaspadai guna mencegah pola hidup boros.
Selain itu, fungsi laten pranata ekonomi adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebab meningkatnya kegiatan ekonomi. Pranata ekonomi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, komersialisasi, merusak budaya tradisional dan kearifan lokal, serta menyebabkan timbulnya gaya hidup konsumtif, ketergantungan, dan alienasi (keterasingan) dalam masyarakat.

Pranata Politik

Pranata politik adalah suatu peraturan-peraturan guna memelihara tata tertib, mendamaikan pertentangan-pertentangan, dan memilih pemimpin yang berwibawa. Tujuan pranata politik adalah mengatur kepentingan bersama yang berkaitan dengan dunia politik dan pemerintahan. Fungsi manifes (nyata) pranata politik adalah sebagai berikut.
  • Fungsi pemaksaan adalah pranata politik bisa memaksa warga negaranya guna mematuhi peraturan yang berlaku dalam pranata politik.
  • Fungsi mengarahkan adalah usaha mengajak masyarakat berperan aktif dalam memilih pimpinan yang baik melalui kampanye.
  • Fungsi mengengahi suatu pertentangan dalam masyarakat yang memungkinkan terjadinya suatu perselisihan.
  • Fungsi melindungi rakyat adalah usaha melindungi masyarakat melalui langkah diplomasi.
  • Fungsi menyalurkan aspirasi rakyat adalah pranata politik sebagai wadah bagi masyarakat yang terjun dalam dunia politik.
  • Melaksanakan undang-undang yang telah dibuat demi ketertiban bersama. Pranata politik berfungsi mengawasi, mengatur, dan mengajak masyarakat untuk taat pada undang-undang.

Pranata Hukum

Tujuan pranata hukum adalah menjaga keteraturan dalam masyarakat. Oleh karena itu, pranata hukum memiliki aparatur seperti polisi, hakim, dan jasa yang dapat memperkuat posisi dalam masyarakat. Fungsi pranata hukum adalah :
  • Melindungi masyarakat. Pranata hukum bersama wewenangnya dapat melindungi masyarakat dengan cara preventif (mencegah) dan represif (memperbaiki).
  • Menegakan dan memajukan aturan hukum.
  • Memberi sanksi kepada masyarakat yang melanggar hukum.
  • Memberi teladan bagi masyarakat.
  • Sebagai alat mengubah perilaku masyarakat.

Pranata Adat

Pranata adat mencakup orgnisasi kemasyarakatan baik yang sengaja dibentuk maupun yang secara wajar tumbuh dan berkembang dalam masyarakat adat tertentu. Pranata adat merupakan mitra pemerintah dalam melakukan pemberdayaan masyarakat adat. Berikut adalah fungsi pranata adat, yaitu :
  • Membantu kelancaran penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan, terutama dalam pemanfaatan hak-hak adat dan harta kekayaan adat.
  • Memelihara stabilitas nasional yang sehat dan dinamis sehingga mampu memberikan peluang luas kepada aparat pemerintah dalam melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  • Menciptakan suasana yang menjamin tetap terpeliharanya kebinekaan masyarakat adat dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa.
Pranata adat juga berperan penting dalam mencegah dan menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di daerah. Dalam upaya pencegahan dan penyelesaian konflik sosial tersebut pranata adat melalui pendekatan secara budaya.
Contohnya, masyarakat Maluku menggunakan pendekatanbudaya, terutama budaya lokal (pranata adat) sebagai sarana atau media bagi masyarakat serta pemerintah untuk membangun perdamaian.

Robot Untuk Auto Like Facebook 100% Work

Pengertian Pranata Sosial | Ciri, Fungsi, Tujuan dan Macam-Macam Pranata Sosial | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)