Pengertian Mitosis dan Meiosis Lengkap

07.02

Pengertian Mitosis dan Meiosis Lengkap !

Pengertian Mitosis

Pengertian mitosis adalah reproduksi atau pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anak, dimana sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur, masing-masing mempunyai sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan induknya.
Pembelahan mitosis ini hanya mengalami satu kali pembelahan yang menghasilkan dua sel anak dengan inti yang mengandung jumlah kromosom sama dengan induknya.
Jadi, dalam peristiwa mitosis tidak terjadi pengurangan jumlah kromosom.
Pembelahan mitosis yang dilakukan pada makhluk hidup yang mempunyai sel satu, bertujuan guna memperbanyak diri atau reproduksi.
Sedangkan pada makhluk hidup multiseluler atau yang bersel banyak, pembelahan dilakukan untuk perbanyakan sel dan pertumbuhan.
Pembelahan sel mitosis secara besar terdiri atas fase istirahat(interfase) , fase pembelahan inti(kariokinesis) dan fase pembelahan sitoplasma ( sitokinesis)

Pengertian Meiosis

Pengertian meiosis adalah reproduksi atau pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anak, dalam prosesnya terjadi pengurangan(Reduksi) jumlah kromosom. Meiosis juga bisa disebut dengan pembelahan reduksi.
Sel-sel anak hasil pembelahan secara meiosis memiliki separuh jumlah kromosom sel induknya. Sel tersebut dinakaman haploid.
Pembelahan meiosis yang dilakukan oleh makhluk hidup multiseluler (bersel banyak) bertujuan guna membentuk sel kelamin atau gamet dan juga berfungsi untuk mengurangi jumlah kromosom supaya keturunannya memiliki jumlah kromosom yang sama.

Perbedaan Mitosis dan Meiosis

Berikut ini adalah tabel perbedaan antara mitosis dan meiosis.
Perbedaan Mitosis dan Meiosis

Tahap Pembelahan Sel Secara Mitosis

Pembelahan sel secara mitosis meliputi beberapa frase, yakni profase, metafase, anaphase, telofase, dan interfase.
Berikut adalah penjesannya lebih rinci.

Profase

Sel induk yang hendak membelah memperlihatkan gejala terbentuknya dua sentriol dari sentrosom, yang satu tetap berada di tempatnya, sedangkan yang satu bergerak kearah kutub yang berlawanan.
Masing-masing sentriol memancarkan serabut-serabut berupa filamen yang disebut dengan benang gelendong pembelahan yang menghubungkan sentriol satu dengan sentriol lain.
Membran inti yang masih terlihat pada profase awal setelah itu segera terpecah-pecah. Butiran kromatin memanjang menjadi benang kromatin.
Benang kromatin tersebut kemudian memendek dan menebal menjadi kromosom, dengan bagian yang menggenting disebut sentromer.
Sentromer merupakan bagian kromosom yang tidak dapat menyerap zat warna. Masing-masing sentromer mengandung kinetokor, yakni tempat mikrotubulus terikat.
Kemudian kromosom berduplikasi membujur menjadi dua bagian yang masing-masing disebut kromatid. Bersamaan dengan itu, anak inti (nukleolus) mengecil dan tidak tampak atau menghilang.
Dengan demikian, kromatid benang spindle (benang gelendong pembelahan) meluas keluar ke segala arah, disebut dengan aster.
Pada akhir profase, selubung inti sel pecah dan setiap kromatid menempel di beberapa benang spindle di kinektor. Kromosom duplikat kemudian meninggalkan daerah kutub dan berjajar di ekuator.
Pada sel tumbuhan yang tidak memiliki sentriol, benang gelendong pembelahan ini terbentuk di antara dua titik yang disebut dengan titik kutub.

Metafase

Metafase adalah periode selama kromosom di ekuatorial. Membran inti telah menghilang, kromosom berada di bidang ekuator, dengan sentromernya seolah kromosom berpegang pada benang gelendong pembelahan. Pada fase metafase kromosom terlihat paling jelas.

Anafase

Pada frase anafase, kromatid bergerak kearah kutub-kutub yang berlawanan. Kinetokor yang masih melekat pada benang spindel yang berguna untuk penunjuk jalan, sedangkan lengan kromosom mengikuti dari belakang.

Telofase

Pada tahap ini, kromatid-kromatid berkumpul pada kutub-kutub yang berlawanan. Benang gelendong menghilang, kromatid memanjang kembali membentuk benang-benang kromatin. Membran inti dan nukleolus terbentuk kembali.
Pada sel tumbuhan, di bidang ekuator terjadi pembentukan lempengan sel dari bagian tengah menuju ke luar, sedangkan pada sel hewan terjadi lekukan dari sebelah luar yang semakin lama makin ke dalam hingga sel induk terbagi menjadi dua. Kedua sel anak, masing-masing memiliki sifat dan jumlah yang kromosom yang sama dengan induknya.

Interfase

Interfase adalah tahapan sel yang aktif melakukan proses metabolisme sehingga terjadi peningkatan volume dan masa inti serta sitoplasma.
Keadaan ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mendorong sel untuk melakukan pembelahan. Walupun tidak sepenuhnya tepat, beberapa orang sering menyebut interfase sebagai fase istirahat.
Sebutan ini kurang tepat disebabkan karena pada tahap ini sel mempersiapkan diri untuk pembelahan lagi dengan mengumpulkan materi dan energi. Pada fase interfase kromosom tidak terlihat.
Pada akhir proses pembelahan secara mitosis menghasilkan dua sel anak yang masing-masing sel anak akan mempunyai jumlah dan sifat kromosom yang sama dengan sel induknya.
Pada pembelahan ini terjadi pembagian inti (kariokinesis) dan pembagian plasma/sitoplasma (sitokinesis).

Tahap Pembelahan Sel Secara Meiosis

Tahap pembelahan sel secara meiosis meliputi duatahap yang meluli frase interfase. Dua tahap ini dikenal sengan nama meiosis I dan meiosis II. Berikut adalah tahapan pembelahan sel secara meiosis.

Meiosis I

Meiosis I meliputi beberapa tahap, yakni :
Profase I
Tahapan pada profase I adalah :
Leptonema adalah benang-benang kromatin menjadi kromosom.
Zigonema adalah kromosom yang sama bentuknya (Homolog) berdekatan dan bergandengan. Setiap pasang kromosom ini disebut sebagai bivalen.
Pakinema adalah setiap bagian kromosom homolog mengganda, akan tetapi masih dalam satu ikatan sentromer sehingga terbentuk tetrad.
Diplonema adalah sentrosom membentuk dua sentriol yang masing-masing membentuk benang gelendong pembelahan. Satu sentriol tetap, sedangkan sentriol yang lain bergerak kearah kutub yang berlawanan. Membran inti dan nukleolus hilang. Empat kromatid bivalen tadi disebut dengan tetrad dan terjerat oleh benang gelendong yang dibentuk oleh sentriol-sentriol.
Metafase I
Pada metafase, trad berkumpul di bidang ekuator.
Anafase I
Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog jadi, etiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub yang berlawanan, sentromer belum membelah. Setiap kutub menerima campuran acak kromosom dari ibu dan bapak.
Telofase I
Kromatid memadat, selubung inti terbentuk, dan nukleous muncul lagi, lalu kinesis berlangsung. Pada manusia terjadi duplikasi 2 kromosom dari jumlah sehingga terbentuk 4 kromatid sehingga terbentuk 23 kromosom yang diduplikasi di setiap kutub. Benang gelendong lenyap, kromatid muncul kembali dan sentriol berperan sebagai sentrosom kembali.

Meiosis II

Meiosis II meliputi 2 tahap, yakni :
Profase II
Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Membran inti dan nukleolus lenyap, kromatin berubah menjadi kromosom yang terjerat oleh benang gelendong.
Metafase II
Kromosom berada di bidang ekuator, kromatid berkelompok dua-dua. Belum terjadi pembelahan sentromer.
Anafase II
Kromatid terkumpul pada kutub pembelahan kemudian berubah menjadi kromatid lagi. Bersamaan dengan itu membran inti dan anak inti terbentuk kembali, dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan.
Pada pembelahan sel meiosis terjadi dua kali pembelahan. Antara meiosis pertama dan meiosis kedua tidak terdapat interfase. Satu sel induk yang diploid (2n) menghasilkan empat sel anakan yang bersifat haploid (n). Meiosis dapat disebut pula pembelahan reduksi yang berarti terjadi pengurangan jumlah kromosomnya.

Robot Untuk Auto Like Facebook 100% Work

Pengertian Mitosis dan Meiosis Lengkap | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)