Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi) Pada Manusia

22.25
Update artikel baru tentang proses pembentukan jaringan tulang manusia, proses pengerasan pada manusia. Jumlah tulang yang membentuk kerangka tubuh manusia pada 270 tulang, bagaimanapun, sebagai orang dewasa, jumlahnya akan berkurang menjadi 206 tulang. Meski jumlah tulang pada bayi lebih besar, namun secara umum tulang anak tidak berfungsi sempurna untuk menopang tubuh.

Tulang bayi dibentuk oleh osifikasi atau pembentukan jaringan tulang agar berfungsi dengan baik. Lebih lengkap, Osifikasi adalah proses dimana sel mesenchyme dan cartilaginous berubah menjadi tulang selama perkembangan.

Proses pembentukan tulang terjadi selama embrio. Bila, masih dalam bentuk embrio, rangka tubuh terdiri dari tulang rawan yang terbentuk dari sel mesenkim. Proses pembentukan tulang terjadi terus menerus dan menyebabkan peningkatan ukuran tulang.

Sel yang berperan dalam proses pembentukan tulang, yaitu osteoblas dan osteoklas. Osteoblas adalah sel pembentuk tulang padat yang ada di tulang rawan, osteoblas ini memenuhi jaringan sekitarnya, membentuk sel tulang konsentris.

Setiap sel tulang akan mengelilingi pembuluh darah, dan serabut saraf membentuk sistem Hayes. Selain itu, di sekitar tulang, protein membentuk matriks tulang yang membeku, karena ada garam berkapur dan garam fosfat.

Di dalam tulang ada juga osteklas, yang berfungsi untuk menyerap kembali sel tulang yang rusak. Kehadiran aktivitas sel osteoklas, maka tulang akan memiliki rongga dan akan dipenuhi sumsum tulang. Osteoklas membentuk rongga, dan osteoblas membentuk osteosit baru menuju permukaan luar, sehingga tulang menjadi membesar dan berongga.


Proses pembentukan tulang


Ada 2 tahap proses osilasi atau pembentukan tulang, yaitu ozifikasi intramuskular dan endokondisi:

1. Intramumbrane ossification
Proses pengerasan intramuskular ini terjadi saat pengangkatan membran digantikan oleh jaringan tulang. Pengerasan intramembrane terjadi hanya pada beberapa tulang pipih. Proses sensitisasi berikut di dalam membran dirangkum dalam dua tahap utama:

Tulang spongy mulai berkembang di pusat pengerasan, mis. di tempat selaput.
Sumsum tulang merah terbentuk di jaringan spons diikuti oleh pembentukan tulang keras dari luar.

2. Oksidasi endosianin
Proses ini terjadi saat tulang rawan hilang dan diganti dengan jaringan tulang. Endopondium yang terlepas ditemukan di sebagian besar tulang tubuh. Proses atau tahapan ozifikasi endosianodik berikut ini tercantum:

Di tengah pengerasan primer, tulang rawan hialin masuk ke dalam rongga.

  • Rongga termasuk rongga periosteum, terdiri dari osteoblas, osteoklasis, sumsum tulang merah, saraf dan pembuluh getah bening. Osteoblas menghasilkan jaringan tulang kenyal.
  • Osteoclasts menghancurkan jaringan tulang spons yang baru dibentuk dan membentuk rongga meduler. - Rongga meduler akan menjadi lebih besar, karena mengikuti pusat pengerasan primer, umum terjadi di ujung tulang.
  • Tulang rawan akan digantikan oleh jaringan tulang padat di bagian luar tulang.
  • Pusat pengerasan sekunder terbentuk di epifisis pada tulang panjang. Kuncup periosteal muncul, namun jaringan tulang yang kenyal, yang akhirnya berkembang, tidak digantikan oleh rongga meduler.
  • Tulang rawan yang tersisa di luar epifisis membentuk tulang rawan artikular. Sedangkan tulang rawan yang tersisa antara pusat pengembangan osilasi primer dan sekunder meningkat menjadi bentuk plat epifit.


Berikut adalah deskripsi proses osifikasi endokondria / endochondral pada tulang panjang:

Aplikasi Untuk Download Film , Video, Music, Anime, Game, Apps, Terlengkap

Proses Pembentukan Tulang (Osifikasi) Pada Manusia | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)