Pengertian Pembelahan Sel, Ciri-Ciri dan Macam-Macamnya

06.52
Pengertian Pembelahan Sel, Ciri-Ciri dan Macam-Macamnya - update artikel baru ini, kita akan membahas pemahaman tentang pembelahan sel, pembelahan sel yang berbeda. Secara etimologi, amitosis berasal dari masuknya kata dan mitos. Dan, yang berarti "tidak" dan "mitos" yang berarti "benang", jadi pemecahan amitosis adalah pembagian langsung sel atau disebut pembagian sederhana, yang didahului oleh pembelahan nuklir, tidak didahului oleh pembentukan benang spindel, penampilan kromosom, pencairan membran nuklir dan karakteristik lainnya. Pembagian langsung ini biasanya terjadi pada organisme uniselular atau prokariota seperti Amoeba, Paramecium, Blue Algae, dan lain-lain. Dalam divisi amitotik ini, sel anak mewarisi sifat induknya, sehingga unit amitosis menciptakan sel perempuan dengan karakteristik yang sama. dari sel induknya.





Ciri-Ciri amitosis pembelahan sel yang terjadi pada organisme uniseluler atau uniseluler, seperti amoeba, ganggang biru, dan lain-lain, dan setiap sel terbagi menjadi 2 sel anak. Tujuan amitosis adalah untuk mereproduksi atau berkembang biak.

Saat membagi amitosis, nukleus terbagi menjadi dua bagian, nukleus terdistribusi langsung ke sel anak, dan kemudian pembagian sitoplasma dan selaput sel.

Pembelahan Sel Mitosis

Memisahkan inti atau inti divisi mitosis mendahului pembentukan spermatozoa atau gulungan kromosom. Pembagian sel mitosis, sebagai suatu peraturan, terjadi di sel tubuh atau sel somatik dan sel plasma nutfah. Divisi mitosis akan menghasilkan dua sel anak perempuan, masing-masing sel putri memiliki sifat dan jumlah kromosom yang sama dengan orang tua. Sel memiliki perbedaan dalam tingkat pemisahan. Misalnya sel germinatikum di kulit yang bisa melakukan pembelahan cepat untuk mengganti sel yang rusak atau sel mati. Contoh lainnya adalah hati, proses pembelahan berlangsung lama sampai waktu tahunan.

Ciri-Ciri pembelahan mitosis:

Proses terjadi pada sel somatik

  • Buat dua sel puteri dengan sifat identik untuk sel punca
  • Terjadi setelah pembelahan dengan 4 fase, yaitu Profase, Metaphase, Anaphase dan Telophase.
  • Antara satu divisi ke divisi berikutnya terjadi fasa, disebut fase interphase (fase istirahat).
  • Sel anak memiliki jumlah kromosom yang sama dengan jumlah kromosom parental, dan sel bayi dapat kembali berpisah.
  • Pemisahan disipliner bisa terjadi pada usia muda, dewasa dan tua.
  • Siklus loop mewakili urutan tertentu dalam mekanisme pembelahan sel sampai pembelahan sel kembali membentuk sel hitam karbon. Siklus sel ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu fase fase interphase dan mitosis.


Tahap Pembelahan Sel Mitosis


1. Interfase

Fase interphase adalah fase istirahat dalam pembelahan sel (terjadi antara fase mitosis dan mitosis lebih lanjut). Pada fase ini, sel melakukan berbagai persiapan untuk pembelahan selanjutnya dan membutuhkan waktu lama dibandingkan dengan pemisahan fase mitosis. Interfase dibagi menjadi 3 tahap:

-Fase G1 (fase pertumbuhan fase 1 / pertumbuhan)
Fase ini berlangsung 9 jam dan termasuk fase yang paling aktif. Pada fase pertumbuhan dan perkembangan sel ini, ukuran dan volume sel meningkat.

-Fase S (sintesis fasa)
iklan
Fase ini berlangsung 10 jam dan merupakan fase pembentukan DNA atau sintesis atau penggandaan kromosom.

-Fase G2 (Tahap 2 Grotto / Tahap Pertumbuhan 2)
Pada tahap ini, proses sintesis protein berlangsung, dan sel sudah siap untuk pembagian.

2. Mitosis (Fase Pembelahan)

Pembagian sel mitosis dibagi menjadi 2 fase karyokinesis dan sitokinesis.

A. Kariokinesis

Karyokinesis adalah proses pemisahan bahan dasar, terdiri dari beberapa tahap: Profesor, Metafase, Anafase dan Telofase. Setiap fase memiliki karakteristik yang berbeda, seperti kromosom, inti, mikrotubulus dan sentriol. Fase karyokinesis dan karakteristiknya:

a. Profase
Hilangnya nukleus (inti) dan nukleolus (nukleus)
Benang kromin diubah menjadi kromosom, dan masing-masing kromosom dibagi menjadi kromatid dengan 1 sentromer.
Pasangan sentral yang berada di centrosome terpisah dan berpindah ke tiang yang berlawanan.
Serabut spindle atau spindle terbentuk di antara dua kutub pemisah.

b. Metafase
Setiap kromosom, yang terdiri dari sepasang kromatid, mengarah ke pusat sel dan berkumpul di bidang ekuator (bidang perpecahan), dan kemudian tergantung pada benang spindle melalui sentromer atau kinetokor.

c. Anafase
Sentromer dari masing-masing kromosom dibagi menjadi dua bagian dari masing-masing 1 kromatid. Kemudian masing-masing kromatid memisahkan diri dari pasangan dan bergerak ke kutub yang berlawanan. Dan pada akhir anafase, semua kromatid mencapai kutub yang sesuai.

d. Telofase
Kromatid polar dikembalikan kembali ke untai kromatin.
Dinding nukleus terbentuk kembali, dan nukleus membentuk dua inti baru.
Tali spindel hilang
Ada sitokinesis (pembagian sitoplasma) menjadi dua bagian dan membran plasma selaput selaput selaput di bidang khatulistiwa tengah. Akibatnya, 2 sel anak terbentuk yang memiliki kromosom yang sama dengan kromosom indunya.

e. Sitokinesis
Dalam sitoplasma sitokin, sel hewan dibagi menjadi 2 dengan membentuk cincin kontraktil yang dibentuk oleh aktin dan miosin di bagian tengah sel, di mana cincin kontraktil membentuk jalur pembelahan, yang akhirnya membentuk dua sel anak. Masing-masing sel putri terbentuk mengandung organel seluler dan inti sel.

Pembelahan Sel Meiosis


Divisi Meiotic adalah pembelahan sel dimana setiap sel kromosom terbagi menjadi dua bagian. Divisi Meiotic juga disebut singkatan, karena menghasilkan sel punca yang memiliki jumlah kromosom kromosom setengah sel.

Pembagian ini terjadi pada reproduksi atau gametogonia selama gametogenesis (pembentukan gamet). Dalam proses pembelahan meiosis, pembelahan terjadi dua kali berturut-turut tanpa gangguan.

Tujuan pemisahan meiosis, yaitu: pengurangan kromosom dan pembentukan gonad. Tujuan dari pengurangan ini adalah untuk membentuk hasil zigot dari pertemuan sel gonad, yang selalu bertepatan dengan individualitas yang ada atau sebelumnya.

Ciri-ciri Pembelahan Meiosis:
  • Berlangsung dalam organ reproduksi
  • Membuat empat sel rahang
  • Munculnya dua divisi, yaitu Meiosis I dan Meiosis II
  • Jangan interleave dengan interphase
  • Seorang anak-anak memiliki setengah jumlah kromosom sel punca
  • Sel Anak anak tidak memiliki kesempatan untuk berpisah lagi
  • Divisi Meiotic terjadi saat pubertas
  • Tahap pemisahan Meoisis


1. Meoisis I

Pembagian Meiosis I terbagi dalam empat tahap:
Pencegahan I
Metafase I
Anafase I
Telofase I

2. Meiosis II

Pembagian Meoisi II juga terbagi dalam 4 fase:
Pencegahan II
Metafase II
Anafase II
Telofase II

Aplikasi Untuk Download Film , Video, Music, Anime, Game, Apps, Terlengkap

Pengertian Pembelahan Sel, Ciri-Ciri dan Macam-Macamnya | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)