Pengertian dan Tujuan Pendidikan Karakter

21.34

Pengertian Pendidikan Karakter

Tentang hal ini banyak yang dikatakan dalam istilah karakter pelatihan. Dimulai dengan pejabat kementerian, kepala lembaga pendidikan di daerah, kepala pendidikan, direksi, sampai dosen dosen membahas istilah ini. Menurut kamus bahasa Indonesia, karakter tersebut didefinisikan sebagai karakter, temperamen dan ciri kepribadian seseorang.

Karakter yang merupakan kualitas positif seseorang harus membuatnya menarik dan atraktif. Karakter diproduksi dari bahasa Latin "karakter, harasain dan harax," yang berarti juga untuk penciptaan, untuk ukiran. Kata ini banyak digunakan (mundur) di "caractere" Prancis di abad ke-14, dan kemudian dalam bahasa Inggris menjadi "karakter" sebelum akhirnya menjadi karakter Indonesia. Dalam pengertian lain, alam didefinisikan sebagai sifat, karakter, sifat, psikologi, moralitas atau karakter, yang membedakan seseorang dari orang lain.
memahami sifat belajar

Aspek sosial manusia selalu terhubung dengan dunia pendidikan. Sementara itu, karakter tersebut kemungkinan besar subjektif, karena berkaitan dengan struktur antropologis manusia dan tindakannya dalam menafsirkan kebebasannya, sehingga memperkuat keunikannya kepada orang lain.

Sejak lahir, orang membutuhkan kehadiran orang lain dalam bertahan hidup. Dengan demikian, pembentukan karakter adalah dinamika rasional umum antara manusia dengan dimensi yang berbeda, baik di dalam maupun di luar. Menjadi pria yang lebih mampu menjalani kebebasannya, sehingga ia merasa lebih bertanggung jawab atas pertumbuhan dirinya dan orang lain. Bisa diartikan, pendidikan karakter sebagai bantuan sosial, tumbuh dalam kehidupan seseorang dalam kebebasan hidup bersama dengan orang lain.

Belajar karakter adalah pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter mulia bagi siswa, sehingga memiliki karakter mulia, berlaku dan berlatih dalam kehidupan mereka, baik di dalam keluarga, sebagai anggota masyarakat dan warga negara.
Thomas Liccona mendefinisikan pendidikan karakter sebagai pendidikan untuk membentuk kepribadiannya melalui pelatihan karakter, yang mengarah pada tindakan yang benar, yaitu perilaku yang baik. Karakter terdiri dari tiga bagian yang saling terkait: pengetahuan moral, pengertian moral dan perilaku moral.

Moral Knowing, Moral Having , Moral Acting

Menurut Syumsul Kurniyavan, pembentukan karakter adalah pendidikan moral plus. Ini tentang kurikulum, yang tujuannya adalah untuk mengembangkan karakter dan karakter siswa melalui kehidupan nilai dan kepercayaan masyarakat sebagai kekuatan moral dalam kehidupan mereka melalui kejujuran, kehandalan, disiplin dan kerja sama yang menekankan perasaan dan sikap, tanpa meninggalkan pemikiran dan keterampilan yang rasional.

Sementara menurut Agus Vibovo, pendidikan alam adalah pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan karakter mulia kepada siswa, sehingga siswa pada saat bersamaan akan berlatih dalam kehidupan mereka, baik di dalam keluarga, sebagai anggota masyarakat, atau warga negara.

Menurut Ratna Megawanga, mengajarkan karakter adalah usaha untuk mendidik anak agar bisa mengambil keputusan yang bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga bisa memberi kontribusi positif terhadap lingkungannya. Definisi lain yang juga dikemukakan oleh Fakri Ghaffar, pendidikan karakter adalah proses mentransformasi nilai-nilai kehidupan untuk tumbuh dalam kepribadian seseorang, sehingga bersama-sama dalam tingkah lakunya.

Belajar karakter juga bisa diartikan sebagai sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada masyarakat sekolah, yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kesiapan, dan tindakan untuk menerapkan nilai-nilai ini, baik kepada Tuhan, Yang Maha Kuasa, masyarakat, lingkungan dan bangsa dan negara, sehingga kita menjadi manusia. Nilai yang berkembang untuk warga sekolah berarti bahwa pembentukan karakter baru akan efektif jika semua murid, juga guru, manajer dan tenaga non-pendidikan dilibatkan dalam pendidikan karakter.

Jamal Mamura Asmani berpendapat bahwa pendidikan karakter adalah semua yang guru lakukan untuk mempengaruhi siswa. Guru membantu dalam membentuk karakter siswa, memberikan teladan, bagaimana mengatakannya, untuk menyampaikan materi, toleransi dan berbagai hal terkait lainnya. Secara sosial dan budaya sosial, pembentukan kepribadian seseorang mencakup fungsi seluruh potensi manusia dalam konteks interaksi sosial budaya dan akan berlangsung seumur hidup.

Dari beberapa definisi dan opini dari beberapa tokoh di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai sifat pendidikan adalah apa yang dianggap penting bagi seseorang untuk membentuk karakter mulia agar seseorang diamanatkan oleh seluruh orang yang bersifat karakter dan dapat mempraktikkannya. dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pendidikan Karakter

Membentuk dan membangun pemikiran, sikap, perilaku siswa, untuk menjadi orang yang positif, berakhlakul karimah, semangat yang mulia, dan bertanggung jawab adalah tujuan melatih karakter. Adalah penting bahwa tujuan pelatihan karakter adalah membimbing dan membantu anak untuk memiliki karakter positif.

Tujuan melatih karakter adalah membuat setiap orang lebih mandiri. Selain itu, ia mampu meraih kebebasan yang dimilikinya, sehingga ia bisa tumbuh sebagai orang yang bertanggung jawab sampai pada moralitas holistik kesatuan kehidupan satu sama lain.

Pendidikan memiliki tujuan yang sangat mulia untuk tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, penting untuk memiliki karakteristik pendidikan di setiap institusi pendidikan. Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan setidaknya ada lima hal mendasar yang menjadi tujuan penting karakter pelatihan:

1) Pembentukan orang Indonesia yang bermoral

Degradasi moral anak-anak bangsa, terutama pelajar dan remaja, masyarakat umum dan bahkan pejabat pemerintah, menjadi masalah serius. Hal ini penting bahwa ini akan menjadi tanggung jawab bersama, terutama dunia pendidikan, agar bisa mewujudkan orang Indonesia yang bermoral.

2) Ciptakan orang Indonesia yang cerdas dan cerdas

Tidak hanya pada isu moral, yang merupakan tujuan pendidikan karakter, tapi juga untuk pembentukan orang yang masuk akal dan masuk akal. Orang bisa dipanggil untuk memiliki kepribadian atau karakter, jika mereka mampu berpikir rasional, mampu membuat keputusan dengan baik dan pintar dalam menggunakan potensi yang dimilikinya.

3) Ciptakan orang Indonesia yang inovatif dan pekerja keras

Salah satu makna yang terkandung dalam pendidikan simbolis adalah kerja keras. Pelatihan untuk karakter ini diselenggarakan untuk menanamkan semangat kerja keras, disiplin, kreatif dan inovatif. Kurangnya kerja keras dan kreativitas yang lemah merupakan masalah yang bisa berujung pada fakta bahwa bangsa Indonesia akan tertinggal dari negara lain. Setiap tahun, lembaga pendidikan di Indonesia menghasilkan ribuan siswa. Karena itu, bagi kemajuan bangsa, inovasi dan kerja keras sangat dibutuhkan.

4) Ciptakan Indonesia yang patriotik

Perpecahan antara suku, agama, kelompok tertentu merupakan cerminan dari kekurangan jiwa patriotik masyarakat. Cinta untuk tanah air telah menjadi salah satu prinsip pembentukan karakter. Yang paling penting dari sikap ini adalah kemauan untuk berkelahi, berkorban dan bersiap memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Harus diakui bahwa sikap bantuan dan bantuan dalam perjuangan satu sama lain baru saja lenyap. Seiring kemajuan sains dan teknologi, pandangan individualistis menjadi lebih nyata. Dengan demikian, untuk pembentukan orang Indonesia patriotik menjadi sangat penting.

5) Ciptakan orang Indonesia yang optimis dan percaya diri

Sejak usia dini, siswa harus belajar sikap optimis dan percaya diri. Kurangnya optimisme dan kepercayaan diri bisa menjadi faktor yang membuat bangsa Indonesia kehilangan semangatnya untuk berkompetisi untuk maju dalam berbagai bidang kehidupan.

Pelaksanaan pelatihan karakter telah menjadi salah satu upaya untuk membentuk identitas masyarakat Indonesia dengan sikap optimis dan percaya diri tinggi. Dalam dunia pendidikan, siswa tidak hanya berusaha untuk mendapatkan nilai lebih dan memperkaya wawasan intelektual saja, tapi juga mendapatkan ide bagaimana berperilaku dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

Intinya, pendidikan karakter ditujukan untuk pembentukan bangsa yang kuat, kompetitif, luhur, bermoral, toleran, royong muda, patriotik energik, dinamis, berorientasi ilmu dan teknologis, yang kesemuanya berlandaskan semangat iman dan hati-hati dengan tuhan yang Maha Kuasa. ,

Pelatihan karakter ditujukan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan, yang berawal pada terbentuknya karakter dan kemuliaan siswa pada umumnya, terpadu dan seimbang. Dengan melatih karakter, siswa diharapkan dapat mandiri mengembangkan dan menggunakan pengetahuan, pembelajaran dan menginternalisasi nilai karakter dan karakter mulia yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Download Vidmate Aplikasi Untuk Download Film , Music, Anime, Game, Apps, Terlangkap

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)