Masalah Ketenagakerjaan di Indonesia

06.56
Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Negara kelima dengan populasi terbesar adalah Jepang. Indonesia berpenduduk 237 641 326 orang, berdasarkan sensus 2010, menurut Biro Pusat Statistik Indonesia. Tentu saja, ini membuat Indonesia memiliki sumber daya manusia atau tenaga kerja yang kaya yang dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan di Indonesia. Sumber daya manusia yang melimpah dan didukung oleh sumber daya alam yang kaya merupakan modal besar bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketinggalan dengan negara maju dan sejahtera lainnya. Hal ini bisa terwujud jika manajemen sumber daya manusia dan SDA telah berjalan dengan baik, ada keseimbangan antara pendidikan / keterampilan yang dimiliki tenaga kerja dan ketersediaan lapangan kerja.



Masalah muncul jika ada kesenjangan antara sejumlah besar karyawan dan kurangnya lapangan kerja yang tersedia. Dengan kata lain, pekerjaan yang ada tidak mampu mengakomodasi angkatan kerja yang ada, terutama pekerja tidak terampil atau berpendidikan. Masalah ini akan menyebabkan kenaikan tingkat pengangguran, sehingga jumlah orang miskin juga akan lebih besar dan akan memiliki konsekuensi negatif lainnya.

Segala sesuatu yang kami jelaskan di atas merupakan cerminan dari beberapa masalah ketenagakerjaan di Indonesia, yang sedang kami coba jelaskan saat ini dengan dipostigan. Berikut adalah beberapa masalah pekerjaan di Indonesia.

1. Tenaga kerja besar
Ukuran angkatan kerja di Indonesia tidak dapat diserap oleh semua kesempatan kerja yang ada, karena kekuatan angkatan kerja yang tidak merata ada dengan ketersediaan lapangan kerja. Inilah alasan utama hambatan pembangunan ekonomi.

2. Kualitas relatif rendah tenaga kerja
Rendahnya kualitas angkatan kerja adalah karena rendahnya tingkat pendidikan penduduk, serta jenis pekerjaan yang tidak memadai. Bukan hanya karena banyaknya output tahun, tapi juga karena minimnya kualitas pendidikan, sehingga angkatan kerja tidak mampu menyerap atau menguasai sains dan teknologi.


Kualitas pekerjaan yang buruk akan mempengaruhi tingkat prduktivitas, yang pada akhirnya menyebabkan proses produksi yang tidak efisien. Ini bisa dilihat dari beberapa produk Indonesia yang tidak bisa bersaing dengan produk luar negeri, terutama dengan produk negara maju. Bukan karena sedikit modal yang disediakan dalam proses produksi, kalau tidak biaya produksinya tinggi, dan hasilnya rendah.

3. Distribusi tenaga kerja yang tidak rata
Luasnya wilayah dan jumlah pulau di Indonesia dan konsentrasi penduduk di Jawa juga menyebabkan masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Posisi geografis Indonesia ini menyebabkan distribusi penduduk yang tidak merata. Daerah yang luas di Indonesia berumur pendek, sedangkan di Jawa terlalu padat (padat). Populasi besar di Pulau Jawa dapat meningkatkan investasi di pulau ini. Berbagai perusahaan diciptakan, namun tetap tidak mampu menekan jumlah pengangguran, sebaliknya, lebih tinggi. Karena pulau jawa, terutama kota besar, telah menjadi menarik bagi pelamar asal jawa. Sedangkan daerah luar pulau jawa memiliki potensi alam yang kaya dan belum optimal diolah.

4. Kesempatan kerja masih terbatas
Berbagai sektor pekerjaan yang tersedia di sektor pertanian, industri ekstraktif, industri, perdagangan dan jasa tidak dapat mengakomodasi ukuran angkatan kerja yang ada. Ketersediaan lapangan kerja di daerah ini sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja yang banyak. Mereka merasa sulit mencari pekerjaan, sehingga tingkat kesejahteraannya rendah, karena mereka tidak berprestasi.

5. Kenaikan pengangguran
Wisma dari masalah ketenagakerjaan ini adalah tingkat pengangguran yang terus meningkat. Apalagi tingkat pengangguran yang tinggi semakin diperburuk dengan pemecatan (penghentian kerja) yang berskala besar. PHK massal biasanya dilakukan untuk efektivitas perusahaan.

Pengangguran ini akan memiliki konsekuensi luas dalam perspektif pembangunan ekonomi negara tersebut. Sejumlah besar pengangguran merupakan faktor yang menghambat pembangunan ekonomi negara dan menyebabkan pelanggaran stabilitas sosial dan politik.

Kesimpulan

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor. Faktor utama yang menyebabkannya adalah kesenjangan besar antara tersedianya kesempatan atau lapangan kerja dengan jumlah tenaga kerja yang ada. Kurangnya lapangan kerja di lapangan / pekerjaan telah menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Pengangguran memiliki dampak yang sangat negatif terhadap perkembangan ekonomi negara.

Download Vidmate Aplikasi Untuk Download Film , Music, Anime, Game, Apps, Terlangkap

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)