Cara Baru Budidaya Ternak Ikan Lele

11.44


Cara budidaya ikan lele dengan media kolam terpal waktu ini jadi pilihan paling favorite dibanding dengan media yang lain. Tak hanya lebih ringkas, praktis, irit serta lebih gampang dikontrol. Cara ternak ikan lele 45 Hari panen di kolam terpal ini juga jadi benar-benar popular karena mudahnya media serta bahan yang diperlukan untuk membudidayakan ikan ini tiada mesti mempunyai tempat yang luas.

Keuntungan Budidaya Lele di Kolam Terpal


Tak memerlukan tempat besar serta bisa sesuai dengan kemampuan yang dipunyai, hingga di perkarangan rumah juga kita bisa membudidayakannya.
Cost yang dikeluarkan relatif lebih kecil.
Tak dipengaruhi oleh keadaan tanah, sebagian daerah barangkali memiliki kandungan tanah yang telah terkontaminasi dengan zat kimia serta tak steril dari hama.
Gampang dalam pengeringan serta ganti air supaya terus bersih.
Lebih fleksibel serta bisa dipindahkan bila diperlukan
Gampang dalam mendeteksi hama penyakit.
Gampang dalam mengamati perkembangan serta perubahan lele
Pada waktu panen bakal lebih gampang serta benar-benar praktis

Cara Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal


Cara budidaya ikan lele di kolam terpal mesti sesuai dengan jumlah bibit lele yang bakal dikembangbiakkan. Upayakan kolam terpal nanti tetap tersisa area yang cukup untuk gerakan serta perubahan lele.

Bahan Ternak  Ikan Lele Kolam Terpal


Siapkan terpal sesuai sama ukuran yang di idamkan nanti.
Kayu, batu bata, papan, atau kerangka besi yang lain.
Tali, paku serta kawat atau alat penunjang untuk bikin kerangka. Bila kerangka kayu pasti mesti memerlukan palu serta barangkali gergaji.
Alat yang lain seperti lem atau ember.

Type Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal


Bila anda sudah lakukan pembuatan kolam serta kerangka maka step setelah itu yaitu memastikan type budidaya serta ternak lele yang di idamkan. Dengan cara garis besar ada 2 type ternak lele yang dikerjakan oleh petani lele.

Ternak ikan lele untuk pembibitan. Maksud ternak ini yaitu membudidayakan lele untuk di jual lagi ke peternak yang lain dalam wujud bibit lele. Untuk budidaya bibit lele memanglah cukup beruntung, lantaran saat yang diperlukan tak terlampau lama. Ukuran lele 2-3 cm bisa didapat kurun waktu 1 bln., serta ukuran tengah 5-7 cm bisa didapat kurun waktu lebih kurang 2 bln..

Ternak ikan Lele untuk konsumsi. Lele yang dibudidaya untuk maksud di konsumsi, berarti budidaya dikerjakan hingga lele memiliki ukuran besar atau seimbang untuk ukuran konsumsi. Bila Anda mau berternak lele untuk maksud konsumsi, sebaiknya menentukan type lele yang ukurannya telah cukup tengah 6 – 7 cm su paya gampang serta cepat dikembangbiakkan. Dengan bibit lele ukuran tanggung maka untuk siap konsumsi bisa dipercepat panen dalam 45 hari dengan  Produk Organik NASA..

Budidaya ikan lele memanglah cukup menjanjikan tetapi budidaya lele yang baik mesti mencermati beragam aspek. Pengetahuan bakal tempat dan air serta pakan ikan lele bakal benar-benar menolong keberhasilan ternak lele. Lele terhitung ikan air tawar yang mempunyai ketahanan badan yang kuat hingga tingkat kesuksesannya tambah baik dibanding budidaya type ikan yang lain.

Bagian Cara Budidaya Ikan Lele



Bila kolam terpal sudah disediakan, maka bagian budidaya ikan lele setelah itu yaitu sistem berikan air di kolam itu. Diluar itu juga terdapat banyak step untuk menentukan bibit lele yang baik.

Pemicu Kegagalan Budidaya Ikan Lele

Cara budidaya ikan lele barangkali sudah diikuti dengan benar serta cermat, tetapi aspek kegagalan tak bisa dihindari di semua jenis usaha, terhitung dalam ternak lele. Terdapat banyak aspek yang bisa sangat mungkin terjadinya kegagalan dalam beternak lele.

Hama yang ada dikolam. Hama ini bisa berbentuk bakteri yang mengganggu untuk kesehatan serta perkembangan ikan lele. Diluar itu, hama ini bisa berbentuk kucing atau binatang lain yang dilewatkan ada di seputar kolam.
Terburu buru yaitu satu diantara aspek kegagalan budidaya ikan lele. Mau memperoleh hasil yang cepat dengan berikan makan sebanyak-banyaknya malah beresiko untuk lele.
Tak memisahkan ukuran lele yang besar serta kecil.
Air tak sempat di imbuhkan atau ditukar bila sudah kering.

Cara budidaya ikan lele  supaya cepat panen memanglah jadi tantangan, kesabaran dalam mengawali usaha ini diperlukan supaya berhasil. Apa pun itu, pengalaman ternak lele adalah guru paling baik buat anda. Bila anda sudah coba pasti bakal jadi mahir dalam berternak lele yang baik.

Kunci Kesuksesan Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal 45 Hari Panen

Untuk mensupport kesuksesan budidaya ikan lele dalam kolam terpal, terdapat banyak panduan serta kunci yang dapat dipakai, yakni dengan menambahkan TON untuk formula untuk terapi air. TON yaitu pupuk spesial perikanan yang dipakai untuk pupuk kolam ikan. Product TON dapat dipakai untuk seluruhnya type media kolam, seperti kolam ikan media semen permanen, kolam ikan media terpal, kolam ikan media tanah, kolam ikan jenis bak dengan media tong atau drum serta lain sebagainya.

Pemberian pupuk spesial perikanan TON pada budidaya perikanan type apa pun bakal menolong membuat ekosistem kolam yang kondusif untuk perkembangan ikan. Di samping itu juga menolong mempercepat perkembangan plankton untuk pakan alami ikan. Menolong mengurai senyawa beracun yang dapat membunuh ikan. Menolong mempercepat perkembangan ikan hingga panen dapat jadi lebih cepat namun terus dengan bobot seperti yang ditargetkan. Dan menolong sediakan suplai oksigen terlarut dalam air hingga ekosistem kolam manjadi sehat.

Cara praktis aplikasi TON pada budidaya perikanan yaitu : Campur air 10 liter + 3 sendok makan TON. Setelah itu siram-siramkan atau percik-percikkan larutan TON itu ke seputar permukaan kolam ikan dengan cara rata. Aplikasi ini dikerjakan idealnya tiap-tiap 1 munggu sekali. Aplikasi dapat ditingkatkan intensitasnya jika tiba musim hujan. Setiap saat turun hujan tebarkan larutan TON untuk menetralkan asam yang terdapat pada air hujan yang masuk ke kolam ikan. Aplikasi larutan TON juga butuh dikerjakan pada waktu air kolam berbau menyengat.

Kunci selanjutnya yaitu berikan penambahan nutrisi serta vitamin untuk ternak ikan lele lewat pakan pelet. Nutrisi serta vitamin yang didapatkan yaitu Viterna Plus, POC Nasa serta Hormonik juga Tangguh Probiotik.

Pemberian TON, Viterna Plus, POC Nasa, Hormonik serta Tangguh Probiotik benar-benar menolong untuk menambah nafsu makan ikan hingga perkembangan ikan dapat dipercepat. Faedah lainnya yaitu menolong turunkan angka kematian ikan, menangani stress pada ikan, dan berikan penambahan mutu pada daging ikan yang dihasilkan dan rendah kolesterol. Dengan pemberian keempat vitamin itu bakal melindungi perkembangan ikan lebih seragam dan menolong mempercepat saat panen ikan, lantaran perkembangan ikan lele berjalan lebih cepat.

Dengan pemanfaatan produk Tangguh Probiotik Pakan Ternak dan Ikan akan meningkatkan tingkat rasa, aroma, kesukaan serta gizi pakan ikan lele. selain itu khasiat Tangguh Probiotik akan menyehatkan organ dan sistem pencernaan ikan lele sehingga lele mampu mencerna semua makanan yang dimakan dengan baik, mengurangi bau kotoran.


USAHA PETERNAKAN IKAN LELE STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE PEMBESARAN IKAN LELE DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI TERBARU PENERAPAN AGROTECHNO TEKNOLOGI


Catatan :  SOP ini selalu berkembang tiap waktunya, teknologi yang digunakan akan selalu dimutakhirkan dalam kurun waktu tertentu, bukan ilmu namanya kalau tidak berkembang iya kan ?  Pastikan anda mengitkuti terus perkembangan dari grup facebook kami, sehingga anda tidak ketinggalan dengan pengaplikasian teknologi perikanan terbaru.  SOP ini silahkan dibagikan seluas-luasnya, saya mengizinkan jika SOP ini beredar.  Jika ada pertanyaan, tulis pertanyaan anda di wall facebook kami, sehingga orang lain mendapatkan ilmu juga.    


Tahapan-Tahapan Pembesaran Ikan Lele :   


1. Pembuatan Kolam  
2. Kultur Pakan Alami  
3. Pemilihan Bibit Unggul  
4. Kepadatan Ikan  
5. Aklimatisasi  
6. Manajemen Kolam dan Air Selama Masa Budidaya  
7. Manajemen Pemberian Pakan  
8. Manajemen Air Kolam  
9. Pencegahan Penyakit  
10. Penanggulangan Penyakit  
11. Sortir Bila Perlu  
12. Panen         

Berikut ini adalah (SOP-NASA) kultur pakan alami untuk kolam semen/kolam terpal :   


  1. Isi air kolam setinggi 40 cm, air yang digunakan boleh air PAM yang mengandung kaporit, ini tidak akan berpengaruh pada ikan lele.  
  2. Masukan 20 gram kapur/ m3 (1000 liter). Masukan 9 gram pupuk urea / m3  Masukan 1 gram pupuk SP36 / m3  Masukan Garam Ikan 10 gram/ m3  Masukan Pupuk Dolomite 30 gram/ m3  Masukan 2 gram pelet ikan/ m3 Tambahkan TON dan Tangguh Probiotik. Dosis 1 sendok makan TON + 2 tutup Tangguh Probiotik larutkan ke 5liter air. 
  3. Lalu siramkan ke kolam luasan 20-40M2. Aplikasi rutin 1minggu sekali. Aduk-aduk air kolam hingga merata dan diamkan selama 3 hari dan diberi aerasi.  
  4. Pada Hari ke 4 tambahkan gula aren sabanyak 10 gram/ m3  Tunggu selama 3 hari, dan kolam siap untuk dipakai.   


(SOP-NASA) Kultur Pakan Alami Kolam Tanah   

  1. Isi air kolam setinggi 40 cm, air yang digunakan boleh air PAM yang mengandung kaporit, ini tidak akan berpengaruh pada ikan lele.  
  2. Masukan 10 gram kapur/ m3 (1000 liter).  Masukan 20 gram kaolin /m3  Masukan 9 gram pupuk urea / m3  Masukan 1 gram pupuk SP36 / m3  Masukan Garam Ikan 10 gram/ m3 Masukan Pupuk Dolomite 30 gram/ m3  Masukan 2 gram pelet ikan/ m3  Tambahkan TON dan Tangguh Probiotik. 
  3. Dosis 1 sendok makan TON + 2 tutup Tangguh Probiotik larutkan ke 5liter air. Lalu siramkan ke kolam luasan 20-40M2. 
  4. Aplikasi rutin 1minggu sekali. Aduk-aduk air kolam hingga merata dan diamkan selama 3 hari dan diberi aerasi.  Pada Hari ke 4 tambahkan gula aren sabanyak 10 gram/ m3  Tunggu selama 3 hari, dan kolam siap untuk dipakai.   


(SOP-NASA) Pemilihan Bibit Unggul Hingga Pengangkutan Ke Kolam :  


  1. Pastikan bibit lele yang ana beli memiliki sertifikasi sangkuriang pada indukannya,           sehingga bibit yang anda pakai adalah bibit lele sangkuriang asli.  
  2.  Pilih yang bentuk tubuhnya sempurna, gerakanya lincah, makanya rakus/baik, dan merupakan hasil grading/sortiran (untuk menghindari yang kuntet/susah berkembang).  
  3.  Umur Ikan haruslah semuda mungkin, jangan beli bibit yang memiliki umur yang sudah tua, pilihlah bibit yang berusia muda dalam ukuran kelas bibit lele. Contoh : pilih bibit ukuran 5-7cm usia 23 hari, dibandingkan bibit ukuran 5-7 cm berusia 30 hari. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan ikan lele. 
  4.  Packing bibit lele dengan menggunakan plastik yang berisi oksigen atau menggunakan jrigen yang telah dilubangi/ dipotong atasnya biarkan udara masuk kedalam jrigen.  5. Pengangkutan bibit ke kolam yang sudah dilakukan kultur pakan alami, sebaiknya dilakukan pagi hari dan sore hari. Terpaksa dikirim siang hari tambahkan es batu, vitamin C dosis tinggi (bisa menggunakan enervon C) dan beberapa sendok makan minyak goreng atau anda bisa menggunakan produk perikanan tertentu.   


(SOP-NASA) Padat Tebar Lele dan Manajemen Air   


  1.  Kepadatan bibit ikan lele yang ideal hingga panen adalah : 100-150ekor/m2. Pada kepadatan seperti ini hingga panen oksigen yang tersedia dalam kolam cukup, kolam lele tidak akan berbau amoniak, lele tidak ada yang menggantung. Dan tidak ada pergantian air selama masa budidaya.  
  2. Jika lahan anda terbatas dan ingin memaksimalkan dengan lahan anda. Maka gunakanlah Aerator khusus kolam (gelembung udara). Jika telah menggunakan aerator maka kepadatan bibit lele hingga mencapai panen 250-350 ekor/m2. Namun tiap 1 minggu air kolam lele harus dibuang 25% dari ketinggian kolam (dibuang air dibagian dasar kolam). Sehingga banyak kotoran-kotoran dan amoniak yang terbuang).   Indikator Air Kolam Harus Diganti :  Air Kolam Berbau  Ikan tidak nafsu makan.  Ikan Sakit    


(SOP-NASA) Manajemen Ketinggian Air Kolam   

  1. Bibit umur 1-15 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 60 cm.  
  2. Bibit umur 16-27 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 75 cm.  
  3. Bibit umur 28-40 hari dikolam tinggikan air kolam hingga 90 cm.  
  4.  Bibit umur 41-panen dikolam tinggikan air kolam hingga 115 cm.  
  5. Jika hujan turun tambahkan 500-1000 gram garam ikan ke kolam, sehingga dapat menetralisir zat asam yang terkandung didalam kolam. 
  6. Tidak ada pergantian air selama masa budidaya, pergantian air dilakukan untuk penganggulangan penyakit saja. Kecuali perlakuan kepadatan 250-350ekor/m2 dengan menggunakan aerator.          


(SOP-NASA) Aklimatisasi  Aklimatisasi adalah proses penyesuaian fisiologis terhadap perubahan lingkungan yang baru. Aklimatisasi bisa juga diartikan sebagai adaptasi. Bibit lele yang baru datang harus di aklimatisasikan terlebih dahulu, sehingga mengurangi stress ikan, lele tidak menggantung pada saat selesai penebaran dan mengrurangi angka kematian pada saat penebaran. Adapun cara aklimatisasi yang benar adalah sebagai berikut :   
  1.  Pada saat bibit ikan lele sampai ke kolam, jangan langsung dimasukan kedalam kolam, diamkan selama 5 menit sehingga bibit lele agak tenang.  
  2. Selanjutnya masukan air kolam kedalam dirigen/ wadah plastik tempat lele diangkut hingga luber, dan diamkan sekitar 10 menit.  
  3. Celupkan dirigen/plastik pada kolam sehingga air kolam bisa masuk ke dalam dirigen/ plastik, dan biarkan lele keluar sendiri secara perlahan-lahan.  
  4. Jangan diberi makan terlebih dahulu setidaknya 12 jam setelah penebaran. Pemberian pakan bisa dilakukan 12 jam setelah penebaran ikan lele ke dalam kolam.   


(SOP-NASA) Manajemen Kolam dan Air Selama Masa Budidaya  Manajemen kolam dan air selama masa budidaya adalah sebagai berikut :   
  1. Pastikan kolam ditreatment dengan  TON dan Tangguh Probiotik. Dosis 1 sendok makan TON + 2 tutup Tangguh Probiotik larutkan ke 5liter air. Lalu siramkan ke kolam luasan 20-40M2. 
  2. Tambahkan bakteri tersebut selama satu minggu sekali kedalam kolam.  
  3. Gunakan bioball, fungsinya sebagai substrat untuk pertumbuhan bakteri sehingga bakteri lebih banyak memecah TAN (Total Ammonium Nitrogen) di kolam dan meningkatkan efisiensi kinerja bakteri. Gunakan bioball 3-4 buah per m2.   Keterangan : Penggunaan bioball sangat penting dilakukan ketika anda menambahkan bakteri probiotik kedalam kolam, siklus nitrogen dalam kolam akan bisa tercapai).   
  4. Ketika air hujan turun mengenai air kolam, taburkan garam ikan 200 gram / m3.  
  5. Tambahkan air setiap hari untuk menggantikan air yang hilang karena penguapan.   


(SOP-NASA) Porsi Pakan Bibit Ikan Lele

  1. Ambil 100 ekor ikan (25 ekor per pengambilan dan dilakukan empat kali) dalam kolam.  
  2. Ditimbang beratnya dengan cara menyiapkan timbangan digital dengan wadah yang diisi air yang telah dikalibrasi.  
  3. Catat hasil berat 25 ekor ikan  
  4. Lakukan perlakuan diatas hingga 4 kali pengulangan.   
  5. Hasil dari rata-rata bobot harian dikalikan ...% bobot ikan dikalikan banyaknya jumlah ikan yang ditebar pada kolam.  - Umur 1-3 minggu dikalikan 5 % bobot ikan/ hari  - Umur 4-5 minggu dikalikan 4 % bobot ikan/ hari  - Umur 6-7 minggu dikalikan 3 % bobot ikan/ hari  - Umur 8 minggu hingga panen dikalikan 3% dari bobot ikan lalu dikurangi 33 %/ hari  6. Pemberian pakan tanpa ukuran/tanpa porsi pakan hingga ikan sekenyangnya bisa dilakukan, tapi hal ini tidak disarankan karena bisa menaikan nilai FCR, sehingga pakan yang kita gunakan tidak efisien dan banyak yang terbuang.   


(SOP-NASA) Pemberian Pakan Ikan Lele   

  1. Pemberian makan ikan lele adalah 3-4 kali dalam satu hari.  
  2. Jumlah pakan/porsi pakan yang diberikan berdasarkan hasil hitungan porsi pakan tiap harinya. 
  3. Setiap kali pemberian pakan, campurkan pakan dengan vitamin terlebih dahulu sehingga bisa meningkatkan efisiensi pakan dan menurunkan nilai FCR. Produk vitamin ikan yang digunakan yakni Viterna Plus, POC NASA, Hormonik dan Tangguh Probiotik. Viterna, POC nasa dan hormonik dioplos jadi satu, lalu 1tutup hasil oplosan + ½ tutup tangguh probiotik larutkan ke 1liter air untuk campuran 5Kg pakan.  
  4. Jika 3 kali diberi pakan lakukan pagi siang dan malam, dengan interval jarak pemberian pakan selama 8 jam. Contoh : 09.00 pagi pemberian pakan, jam 14.00 pemberian pakan, jam 21.00 pemberian pakan.  
  5. Pemberian pakan pada malam hari lebih banyak dibandingkan pagi dan siang hari.  
  6. Jika 4 kali sehari, berilah ikan lele makan pada jam 09.00, jam 13.00, jam 17.00, dan jam 21.00.  
  7. Pemberian pakan pada pagi dan malam hari lebih banyak dibandingkan jam siang dan sore, pemberian pakan malam hari lebih banyak dibandingkan pagi hari.  
  8. Jika menggunakan pelet terapung tebarlah pelet tersebut setidaknya 3 titik dalam kolam. 
  9. Tebar sedikit-demi sedikit pakan hingga pakan dimakan semua, kemudian tebar kembali sampai porsi makan dalam jam tertentu habis/ sampai ikan kenyang.  
  10. Setelah 1 jam pemberian pakan, jika ada sisa pakan yang terlihat langsung amibil sehingga tidak mengotori kolam.   Standart Operational Prosedure 


(SOP) Pemberian Pakan, Frekuensi, Cara Pemberian

  1. Jam 09.00 à 18/70 (28 %) bagian dari persentase pakan harian  
  2. Jam 13.00 à 12/70 (18 %) bagian dari persentase pakan harian  
  3. Jam 17.00 à 10/70 (17 %) bagian dari persentase pakan harian  
  4. Jam 21.00 à 30/70 (37%) bagian dari persentase pakan harian   Jika satu hari tiga kali diberi makan  1. Jam 09.00 à 33%  2. Jam 14.00 à 27 %  
  5. Jam 21.00 à 40 %       


(SOP-NASA) Pencegahan Penyakit  Sebenarnya bebrapa SOP sebelumnya berfunsi untuk pencegahan penyakit, jadi jika anda mengikuti SOP diatas maka Insya Allah ikan lele anda akan sehat-sehat semua dengan tingkat kelangsungan hidup diatas 90%. kita ingat-ingat lagi SOP manakah yang dimaksudkan, SOP yang dimaksudkan adalah :  Pada saat pembuatan pakan alami kita menggunakan bakteri probiotik, bakteri probiotik adalah bakteri yang memberikan dampat postif baigi ikan. Bakteri ini mengeluarkan senyawa tertentu untuk membunuh bakteri penyakit dan bakteri pantogen, sehingga jika ada bakteri penyakit dan bakteri pantoge maka akan langsung dibasmi dengan bakteri probiotik itu.  Tiap seminggu sekali tebarlah bakteri probiotik tersebut dengan dosis yang sudah tertera di produk masing-masing.  Ikuti manajemen kepadatan dan ketinggian air, ini kaitanya dengan faktor pembatas dalam budidaya yaitu oksigen. (ini akan dibahas lebih mendetail pada SOP edisi berikutnya ^_^).  

Pemberian Vitamin pada pakan ikan, vitamin ini selain berperan sebagi mempercepat pertumbuhan, memaksimalkan metabolisme, vitamin ini juga berperan meningkatkan immunitas ikan (meningkatkan kekebalan tubuh ikan). Gunakan Viterna Plus, POC NASA, Hormonik dan Tangguh Probiotik.   

(SOP-NASA) Penanggulangan Penyakit  Jika kita sudah mengikuti SOP yang dijelaskan sebelumnya insya allah ikan tidak akan terkena penyakit. Tapi jika sudah terlanjur yah mau bagaimana lagi, harus dilakaukan penangulangan penyakit. Cara penanggulangan penyakit yang baik dan aman serta tidak menggunakan obat-obatan adalah sebagai berikut :   

  1. Turunkan ketinggian air hingga 30 cm atau buang air kolam sekitar 70 % dari ketinggian air.
  2. Tambahkan 200 gram arang tiap m2 (tinggal dikalikan saja luas kolam ) kedalam kolam. Fungsi arang adalah mengikat ion-ion N dalam kolam, sehingga konsentrasi TAN (Total Ammonium Nitrogen) dalam air menurun. 
  3. Isi kembali air kolam dengan air yang baru, air yang digunakan boleh air PAM yang mengandung kaporit, ini tidak akan berpengaruh pada ikan lele. Kaporit membantu membunuh bibit-bibit penyakit. 
  4. Tambahkan 1 kg garam ikan pada kolam, garam ikan membantu membunuh bibit-bibit penyakit. 
  5. Tambahkan Vitamin C dosis tinggi pada pakan. Vitamin C berfungsi sebagi antioksidan dan merangsang kekebalan tubuh ikan. Vitamin C yang digunakan adalah Stress-off produk Boster ataupun merek lainya. Jika sulit mendapatkan vitamin C produk perikan, anda dapat menggunakan enervon C.  (dosis sesuai produk masing-masing, dosis enervon C 2-4 tablet yang sudah dihancurkan dan dicampur air per 1 kg pakan).       


(SOP-NASA) Sortir Bila Perlu  Jika anda mengikuti SOP yang telah dijelasnkan sebelumnya maka Insya Allah ikan lele akan merata pertumbuhanya terutama jika anda memperhatikan SOP pemberian pakan ikan lele. Sortir pada prinsipnya memisahkan ikan lele yang besar dan ikan lele yang kecil, sehingga ikan yang besar tidak memakan ikan yang kecil. Dan dengan sortir kita bisa memanajemen pakan pada ikan yang kecil dan ikan besar, kita dapat memanajemen porsi pakanya.   

Istilah-Istilah Perikanan :

FCR : Food Convertion Ratio artinya berapa banyak pakan yang diperlukan  untuk menghasilkan satu kilogram daging. FCR 0,7 artinya untuk  menghasilkan bobot ikan 1 kg dibuthkan 700 gram pakan. 

 Aklimatisasi : Penyesuaian fisiologis ikan terhadap perubahan lingkungan yang baru.  

SR : Survival Rate artinya kemampuan ikan untuk bertahan hidup dalam  persen pada suatau populasi ikan.  Bioball : Alat yang diguankan sebagai substrat untuk pertumbuhan bakteri.

Download Vidmate Aplikasi Untuk Download Film , Music, Anime, Game, Apps, Terlangkap

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)