Contoh Penyakit Sosial Akibat dari Perilaku Menyimpang & Penjelasannya

07.20
Contoh Penyakit Sosial Akibat dari Penyimpangan Sosial dan Penjelasannya - Perilaku menyimpang terutama yang bersifat negatif jika dibiarkan secara terus menerus akan menciptakan kebiasaan berperilaku seseorang atau kelompok di dalam masyarakat.

Kita sebagai aggota masyarakat yang berbudi luhur seharusnya tidak melakukan berbagai penyimpangan tersebut, karena seperti yang kita tahu, hal itu merugikan banyak pihak dan akan memunculkan kebiasaan baru yaitu suatu penyakit yang dinamakan penyakit sosial.

Contoh Penyakit Sosial Akibat dari Perilaku Menyimpang
Original image : wikipedia.org

Kenapa bisa dinamakan suatu penyakit ?

Untuk menjawabnya, kita bisa melakukan pengandaian. Anggap saja masyarakat itu tubuh manusia, di mana keadaan masing-masing organ akan mempengaruhi kondisi kesehatan. Sama halnya di masyarakat, perilaku dari masing-masing orang yang merupakan bagian dari masyarakat akan menentukan keadaan masyarakat itu sendiri.

Jadi, apa itu penyakit sosial ?

Penyakit sosial adalah berbagai bentuk kebiasaan berperilaku sejumlah warga masyarakat yang kurang/tidak sesuai dengan nilai dan norma sosial yang mempengaruhi kehidupan sosial warga masyarakat sehingga menghasilkan berbagai perilaku menyimpang. 

Yang namanya penyakit tentu akan lebih baik bila kita mencegahnya daripada kita mengobatinya. Jika penyakit sosial ini sudah terbilang kronis, maka akan sangat susah untuk disembuhkan.

Adapun berbagai contoh penyakit sosial yang perlu kita hindari antara lain yaitu :

Contoh Penyakit sosial yang Ada di Lingkungan Sekolah


1. Kenakalan Remaja


Menurut Prof. Dr. Fuad Hasan, kenakalan remaja adalah perilaku antisosial yang dilakukan oleh remaja yang jika dilakukan oleh orang dewasa dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Pengertian lain dari kenakalan remaja yaitu bentuk aktivitas sekelompok remaja yang tidak sesuai dengan nilai dan norma.

Contoh dari kenakalan remaja yaitu :
  • Berpacaran : Saat ini banyak dari pelajar Indonesia yang menjalin hubungan dengan lawan jenis. Hal ini sebenarnya termasuk ke dalam penyimpangan dari norma agama dan sosial, dimana pelajar yang harusnya belajar malah menjalin asmara dengan lawan jenis.
  • Tawuran Pelajar : Tawuran pelajar berbeda dengan perkelahian satu-satu. Tawuran dilakukan oleh kelompok pelajar yang biasanya dilakukan dengan pelajar dari sekolah lain. Tawuran pelajar sangat berlawanan dengan norma agama dan sosial, dimana rasa persaudaraan antar pelajar telah hilang di antara mereka. Anehnya, tawuran pelajar dapat dipicu dari hal-hal sepele dan tidak penting yang kemudian dibesar-besarkan hingga timbul konflik berkepanjangan. Tawuran merupakan perilaku menyimpang karena bersifat merusak, menyakiti orang lain, menganiaya, cacat permanen bahkan membunuh. Sungguh menjadi ironi bangsa ini, bukannya menjadi pelajar yang berkualitas membangun negerinya, malah menjadi momok dan sampah masyarakat.
  • Pornografi : Perilaku menyimpang ini masih kerap dilakukan pelajar yang memiliki nilai moral yang buruk. Kecenderungan menonton video porno di internet akan mengakibatkan hal yang lebih ekstrim. Misalnya melakukan seks di kala masih pelajar, lalu menguploadnya ke internet.
  • Pemerasan : Perilaku ini biasanya dilakukan oleh pelajar yang memiliki postur tubuh lebih besar atau kakak kelas terhadap adik kelasnya. Perilaku ini masih sering dilakukan, bahkan menjadi momok yang sangat susah dihilangkan dari lingkungan sekolah. Seakan-akan menjadi budaya yang masih dilestarikan oleh pelajar di Indonesia.
  • Bullying : Kegiatan ini masih sering dilakukan pelajar Indonesia. Mengejek, menghina, merendahkan, dan jahil terhadap seseorang baik secara fisik maupun non-fisik.
Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kategorikan sebagai kenakalan remaja, seperti bolos sekolah, menyontek, corat-coret dinding, konvoi lulusan, kebut-kebutan, dan lain-lain.

Contoh Penyakit sosial yang Ada di Lingkungan Keluarga


2. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga)


KDRT merupakan penyakit sosial yang masih sering kita jumpai di masyarakat. Di televisi banyak diberitakan seorang suami tega menganiaya istrinya, bahkan hingga berakhir pada pembunuhan.

Banyak faktor yang menyebabkan KDRT, misalnya karena selingkuh, ekonomi buruk, poligami, sikap egois yang tinggi atau kurangnya keharmonisan dalam rumah tangga.

Contoh Penyakit Sosial yang Ada di Lingkungan Masyarakat


3. Perjudian

Sobat, masih ingatkah lagunya Bang Haji Rhoma Irama ?
............... aku melarat karena judi 2x, judi yang membawaku mati 2x.......
judi, judi..........
Dari lagu itu kita bisa menarik kesimpulan bahwa judi itu membawa kesengsaraan. Tidak ada orang yang bahagia karena judi, yang ada hanyalah penyesalan.

Namun, anehnya kegiatan buruk ini tetap saja dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Berbagai jenis perjudian telah aja sejak dulu, mulai dari yang tradisional hingga modern pun masih digemari masyrakat saat ini.

Contoh dari perjudian tradisional yaitu sabung ayam, adu jengkerik, dadu kopyok, main gaple/domino, beli nomor togel, dan taruhan. Adapun contoh perjudian modern yaitu bermain casino, perjudian online lewat internet, taruhan balap mobil atau motor, dan masih banyak lagi.

Semua jenis kegiatan itu sengaja dilakukan dengan harapan bisa memperoleh hasil yang lebih. Mengadu nasib atau keberuntungan melalui permainan atau taruhan yang hasilnya tidak pasti. Parahnya lagi, kegiatan judi lebih sering dilakukan oleh masyarakat golongan menengah ke bawah. Bukannya semakin kaya, yang ada malah semakin miskin.

4. Menggunjing

“Pantes aja anaknya kaya gitu, orang bapaknya juga tukang mabok-mabokan”, ”Ih, dia kok kelakuannya kayak gitu ya, buruk banget perbuatannya”. Hal yang seperti inilah yang dinamakan menggunjing.

Membicarakan aib orang lain sudah sangat sering kita jumpai di masyarakat. Bagaimana si A berbincang-bincang dengan si B mengenai permasalahan tertentu, namun disertai keburukan-keburukan si C. Padahal diri mereka sendiri belum tentu lebih baik daripada orang yang mereka bicarakan.

Dalam norma agama kita telah diatur untuk tidak melakukan perbuatan ini, karena bagaimanapun, orang yang menggunjing sama saja dengan memakan bangkai saudaranya sendiri.

5. Meminum Minuman Keras (Miras)

Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol dan mampu menimbulkan berbagai hal yang negatif bagi yang meminumnya. Kegiatan meminum minuman keras sering kita sebut dengan “mabuk-mabukan”.

Sebenarnya, alkohol itu digunakan untuk dunia medis, bukan untuk dikonsumsi. Misalnya untuk membunuh kuman/bakteri pada luka, mencuci alat-alat operasi, mensterilkan peralatan medis dan ruang praktik.

Karena hal itulah, orang yang meminum miras akan dengan mudah tidak sadarkan diri, terlena dan hilang kesadaran. Banyak juga kasus kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan atau perampokan yang di awali dari mabuk. Orang yang mabuk secara otomatis akan hilang kendalinya/tidak stabil emosinya sehingga tanpa sadar melakukan hal ekstrim yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

6. Kriminalitas

Tindak kejahatan atau kriminalitas adalah perbuatan yang melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat sehingga akan berakibat pada penyimpangan undang-undang pidana. Kejahatan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Biasanya, orang yang melakukan tindak kejahatan adalah orang-orang yang jauh dari nilai moral dan norma agama.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindak kejahatan seperti kurangnya iman, keadaan lingkungan, keadaan ekonomi (kemiskinan), dendam, dan lain sebagainya.

Tingkat kejahatan lebih banyak kita temukan di perkotaan, di mana kepekaan sosialnya lebih sedikit dibandingkan dengan masyarakat di pedesaan.

Beberapa contoh dari tindak kejahatan (kriminalitas) yaitu pemerkosaan, penganiayaan, pembunuhan, pencurian, dan perampokan.

Masih banyaknya berita mengenai tindak kejahatan di televisi menyimpulkan bahwa kriminalitas adalah penyakit sosial yang belum bisa teratasi. Dan masih menjadi permasalahan yang menjadi tanggungan pemerintah.

7. Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (NARKOBA)

Sama seperti miras, NARKOBA juga sebenarnya digunakan untuk keperluan medis bukan untuk dikonsumsi. Dalam dunia medis, narkotika dan obat-obatan terlarang dimanfaatkan untuk proses operasi, menjahit luka, pertolongan pasca persalinan bagi ibu-ibu, amputasi anggota badan karena infeksi dan kasus lainnya agar pasien tidak merasa sakit berlebihan.

Penggunaan yang sesuai dengan pengawasan dokter dan dosis yang tepat tentu akan sangat bermanfaat bagi pasien.

Jika obat-obatan tersebut dipakai oleh seseorang, dengan takaran dosis yang tidak sesuai, maka dapat mengakibatkan penurunan kesadaran, ingatan terganggu, imajinasi atau halusinasi berlebihan, dan lama kelamaan akan merusak jaringan tubuh seperti susunan syaraf, panca indera, jantung, hati, ginjal, pankreas, sel-sel rambut, sel kulit, dan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Narkotika dibuat dari jenis tanaman tertentu, nah berikut adalah beberapa contoh dari narkotika :
  • Candu atau opium berasal dari tanaman papaver somniverum.
  • Morfem dan Heroin.
  • Kokain berasal dari tanaman erithroxylon coca.
  • Ganja atau Mariyuana berasal dari tumbuhan canabis sativa yang banyak tumbuh di daerah tropis.
  • Kofein dihasilkan dari kopi.
  • Nikotin, terkandung dari tembakau.
  • Shabu-shabu.
  • Ekstasi
Menurut hasil penelitian ilmiah yang dilakukan oleh Dr. Graham Baliane, seorang psikiater menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja menggunakan narkotika, yaitu :
  • Membuktikan keberaniannya dalam melakukan hal-hal yang berbahaya;
  • Menunjukkan tindakan yang menentang orang tua, guru dan norma sosial;
  • Mempermudah penyimpangan perilaku seks;
  • Melepaskan diri dari kesepian;
  • Mencari dan menemukan jati diri;
  • Mengisi kekosongan;
  • Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup;
  • Mengikuti teman karena tidak ingin dikatakan sebagai pecundang;
  • Sekadar iseng dan dorongan rasa ingin tahu.
Seseorang yang menggunakan NARKOBA akan memiliki penampilan dan kepribadian yang berbeda dengan anak normal. Perilaku yang bisa dilihat misalnya mudah tersinggung, mudah melawan terhadap orang tua atau guru, melanggar tata tertib, melamun, suka mengancam, dan memiliki komunitas pergaulan sendiri.

Jika seseorang menggunakan NARKOBA, maka dia telah membuang masa depannya. Sebagai generasi muda, kita harus menghindari NARKOBA. Memilih teman yang  baik, membiasakan perilaku yang baik, meningkatkan keimanan adalah benteng supaya kita tidak terjerumus ke hal-hal semacam itu.
Katakan “Say NO to DRUG’S ! ”

8. Perilaku Seks di Luar Nikah (perzinahan) 

Tujuan dari melakukan pernikahan salah satunya adalah untuk mengatur hubungan manusia yang memiliki jenis kelamin berbeda dalam melaksanakan reproduksi demi kelangsungan hidup manusia secara syah dan baik. Tanpa pedoman pernikahan, tatanan dan nilai sosial akan menjadi sangat buruk.

Orang-orang bisa saja melakukan seks dengan bebas. Hal ini tentu sangat tidak diinginkan.

Beberapa suku bangsa, temasuk di Indonesia menganggap pernikahan sebagai sesuatu yang sakral sehingga perlu dilakukan upacara yang meriah, pesta, undangan, dan ritual adat yang penuh dengan aturan.

Seiring perkembangan zaman (dikarenakan globalisasi), masyarakat perkotaan bahkan desa sudah berbaur dengan pornografi. Bergesernya nilai dan norma masyarakat tersebut memicu perilaku seks di luar nikah, yang berdampak pada bentuk penyimpangan lainnya. Misalnya hamil di luar nikah, praktik aborsi, poligami, pembunuhan terhadap bayi, perdagangan bayi dan anak.

Perilaku seks di luar nikah akan sangat merugikan, terutama bagi perempuan karena tidak memiliki jaminan perlindungan hukum yang syah, misalnya hak-hak istri dan anak yang dilahirkannya.

Anehnya, perilaku ini selalu ada dan masih banyak di jumpai di lingkungan masyarakat, baik di desa maupun di kota.

9. Homoseksual

Homoseksual adalah bentuk perilaku yang menjijikan, dimana seseorang lebih tertarik kepada sesama jenis. Seorang pria tertarik dengan pria lain dan menjalin hubungan layaknya dengan lawan jenis (disebut guy). Begitu pula dengan wanita yang hidup bersama dengan wanita lainnya dan menjadikannya sebagai pasangan seksualnya (disebut lesbi). Perilaku ini sangat bertentangan dengan tatanan sosial, terutama dalam norma agama dan norma sosial.

10. Prostitusi atau Pekerja Seks Komersial (PSK)


Prostitusi sampai saat ini masih menjadi penyakit sosial yang sangat sulit dihilangkan, bahkan menjadi penyakit yang tertua dimana dari generasi ke generasi masih terus bermunculan. Salah satu pemicu utama prostitusi yaitu kemiskinan.

Praktik haram ini umumnya berdekatan dengan tempat wisata atau hiburan. Kegiatan ini bisa dilakukan secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi berkedok ekonomi yang telah membaur dalam kehidupan masyarakat.

Masyarakat yang nilai moral dan agamanya rendah, didukung oleh keadaan ekonomi yang buruk, akan sangat mudah terjerumus ke hal-hal seperti ini. Ingin dapat uang banyak tanpa bekerja keras. Mencari rezeki dengan menjual harga dirinya.

Prostitusi ini juga akan menimbulkan penyakit seperti HIV/AIDS, sivilis, raja singa dan penyakit berbahaya lainnya.

Meski pemerintah telah berupaya melakukan razia di berbagai tempat, namun nyatanya masih ada saja orang-orang yang melakukan kegiatan ini. Sungguh memprihatinkan.

Contoh Penyakit sosial Berbangsa dan Bernegara


11. Korupsi

Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio yang berarti buruk, rusak, menggoyahkan atau memutarbalikkan.

Korupsi merupakan perilaku penyelewengan dari suatu tugas yang sengaja dilakukan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok berupa uang atau kekayaan. Korupsi juga bisa diartikan secara umum sebagai perilaku penyalahgunaan kewajiban, jabatan, wewenang dan/atau kekuasaan secara tidak wajar dan tidak syah demi keuntungan pribadi dan berakibat pada kerugian negara.

Dalam hal ini, kita sudah sangat sering menjumpai kasus-kasus korupsi yang ada di televisi. Bagaimana seorang pejabat, petinggi negara, wakil rakyat melakukan tindak korupsi demi kepentingan pribadi tanpa memikirkan rakyat yang telah memilihnya.

Mereka yang melakukan korupsi bukanlah pemimpin ! Melainkan tikus berdasi yang hanya bisa mencuri kepercayaan rakyat. Mengubar janji-janji, namun akhirnya hanya bullshit ! Omong kosong !

Bukan hanya satu tikus, tapi banyak sekali. Seakan-akan tikus berdasi itu punya keturunan yang tak habis-habis, mati satu tumbuh seribu. Betapa parahnya keadaan Indonesia karena maraknya kasus korupsi, bahkan Indonesia termasuk kategori negara korup peringkat atas.

Namun, kita juga perlu merenungkan diri. Seandainya kita disusuh ibu untuk beli makanan, lalu terima kembalian dari penjual tapi kita mengambil kembalian itu tanpa sepengetahuan ibu, maka itu juga termasuk bentuk korupsi. Atau pada saat kita menyontek ketika ulangan, itu juga termasuk korupsi. Hal-hal seperti inilah yang menjadi bibit penyakit tindak korupsi. Jika kita membiasakan diri melakukan korupsi, maka akan memicu tindak korupsi yang lebih besar di kemudian hari. Seperti pejabat-pejabat yang gila harta tersebut.

Pemerintah, lembaga negara, dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak akan bisa menyembuhkan penyakit ini secara tuntas hingga ke bibitnya. Permasalahan yang muncul hanya bisa ditindak, itu tidak akan efektif. Kita harus bisa membantu pemerintah membasmi penyakit sosial ini mulai dari diri kita masing-masing. Bagaimana kita berpikir, agar semua elemen masyarakat terbebas dari penyakit korupsi ini.

Sebenarnya masih banyak penyakit sosial yang ada di Indonesia, baik itu di dalam keluarga, sekolah, masyarakat maupun di dalam pemerintahan. Namun, mungkin itu dulu yang bisa kami paparkan.

Penyakit sosial bukan hanya menjadi tanggungan pemerintah, namun menjadi tanggungan kita juga sebagai warga masyarakat yang baik. Tanpa adanya kesadaran dari diri kita masing-masing, penyimpangan sosial tidak akan bisa disembuhkan.

Kita perlu ikut serta membangun masyarakat yang sehat, tanpa ada hal-hal yang menyimpang.

Ayo bangkit, ayo kerja !

Maju terus Indonesiaku !

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai