Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

9 Januari 2017

Formasi/Pola Penyerangan & Pertahanan Permainan Bola Voli beserta Gambarnya

Ketika kita melakukan permainan bola voli, kita harus melakukan kerjasama yang baik antar anggota tim. Jika tidak, maka lawanlah yang akan menguasai jalannya pertandingan bola voli.

Selain itu, pemain permainan bola voli dituntut untuk meraih tujuan dalam pertandingan, yaitu “menang”. Untuk meraih kemenangan, para pemain perlu menguasai teknik, taktik, dan strategi permainan bola voli dengan baik. Semakin baik penguasaan tersebut, semakin baik pula peluang untuk meraih kemenangan dalam pertandingan.

Formasi/Pola Penyerangan & Pertahanan Permainan Bola Voli beserta Gambarnya

Ada saatnya pemain dalam posisi bertahan, ada saatnya pemain dalam posisi menyerang. Kondisi yang berubah-ubah ini mengharuskan pemain menguasai tahapan yang harus diperhatikan dalam pertandingan. Misalnya berbagai macam pola pertahanan & penyerangan permainan bola voli.

Nah, bagi sobat yang ingin belajar mengenai taktik dan strategi bermain bola voli, beruntung sekali sobat menemukan artikel ini. Artikel ini akan membahas berbagai macam pola penyerangan dan pertahanan dalam permainan bola voli. Tidak hanya itu, agar sobat lebih memahaminya SiswaMaster.com akan memberikan ilustrasi berupa gambar guna mendukung proses pemahaman belajar sobat.

Yuk simak pembahasannya.....

Pengertian Pola Penyerangan & Tekniknya


Keberhasilan penyerangan umumnya sangat bergantung pada pemberian bola kepada pemain penyerang. Umpanlah yang menjadi titik dasar atau pondasi dari serangan itu sendiri. Seorang penyerang baru dapat menyerang secara efektif apabila dia mempertimbangkan hal-hal berikut ini :
  • Bendungan (block) tim lawan
  • Kualitas pemberian bola
  • Kemampuan teknisnya sendiri
  • Kondisi regu dan lawan
  • Posisi dari pertahanan tim lawan
Sedangkan kita bisa mengatakan seorang penyerang itu mahir apabila dia memiliki kualitas sebagai berikut :
  • Pandai melompat (timing dan ketinggian)
  • Penyerangan luwes dan tipe penyerangan bervariasi/tidak monoton
  • Pukulannya keras
  • Mampu menjangkau bola jauh-jauh
  • Memiliki daya observasi yang tinggi
Serangan bukan hanya dilakukan dengan “smash”, namun dapat juga dilakukan dengan plesing, lob, ding, servis, tipuan, dan lain-lain. Jika kita hanya terpaku pada satu serangan saja, maka itu akan menjadi monoton. Lawan dapat dengan mudah mengerti taktik serangan tim kita.

Untuk itu, berbagai pola, variasi, dan tempo penyerangan sangat berperan penting dalam tim. Pola serangan dapat dilakukan dengan serangan dan umpan yang cepat, lambat, pendek, tinggi, variasi gerakan di dekat net, perubahan gestur atau posisi pemain, dan arah serangan  bola. Hal seperti ini tentunya harus dimiliki oleh regu permainan bola voli yang baik. 

Seperti yang sobat ketahui, pola penyerangan bertujuan untuk memaksa tim lawan menuruti keinginan tim yang melakukan penyerangan. Prinsip taktik penyerangan adalah usaha untuk mematikan bola di lapangan lawan dengan jalan apapun yang tidak melanggar peraturan dalam permainan bola voli. 

Pola penyerangan merupakan strategi yang digunakan tim untuk mencetak point sehingga menjadi tim yang memenangkan pertandingan.

Berbagai macam pola penyerangan saat ini sudah sangat bervariasi. Macam-macam sistem penyerangan tersebut antara lain yaitu :

#1. Sistem 4 SM – 2 SU (4 smasher – 2 set uper)

#1. Sistem 4 SM – 2 SU (4 smasher – 2 set uper)

Komposisi pemainnya :
  1. SU1 – SU2 = set uper ke 1 dan ke 2
  2. SM1 - SM4 = smasher 1,2,3,4
  3. SM1 dan SM2 tempatnya harus berlawanan karena kemampuan dan kekuatannya hampir seimbang dalam produktivitas serangan terhadap lawan.
  4. SM3 lebih baik daripada SM1 sehingga ditugaskan membantu SM2 dimana kmampuan menyerangnya kurang dibanding SM1.
  5. SM4 membantu penyerangan SM1, sehingga dalam posisi bagaimanapun kekuatan menyerangnya seimbang dalam regu tersebut dalam putaran pemain.
#2. Sistem 4 SM – 1 SU – 1 U (4 smasher – 1 set uper – 1 universaler)

Sistem 4 SM – 1 SU – 1 U (4 smasher – 1 set uper – 1 universaler)

Komposisi pemainnya :
  1. SM4 = smasher terbaik
  2. SU dan U selalu berlawanan posisi dalam pergeseran posisi.
  3. U memiliki kemampuan yang seimbang. Dapat memberi umpan, namun tidak sebaik SU. Namun, kemampuan dalam smesh jauh lebih baik dibanding su.
  4. SM1 dan SM3 memiliki kemampuan smesh lebih baik dari SM2 dan SM4.
  5. SM3 lebih baik daripada SM1 sehingga ditugaskan membantu SM2 dimana kemampuan menyerangnya kurang dibanding SM1.
  6. SM4 membantu penyerangan SM1, sehingga dalam posisi bagaimanapun kekuatan menyerangnya seimbang dalam regu tersebut dalam putaran pemain.
#3. Sistem penyerangan (5 SM – 1 SU)

Sistem penyerangan (5 SM – 1 SU)

Komposisi pemainnya :
  1. SU harus bersilangan dengan SM 5
  2. Selama SU dalam posisi di depan (3, 4), SM1 dan SM2 harus ada posisi di depan salah satu. Hal ini dimaksudkan untuk dapat diandalkan produktivitasnya dalam penyerangan.
  3. Jika SU tidak dapat mengumpan, SM terdekat dengan bola bertugas sebagai pengumpan.
  4. Dalam sistem ini tugas su sangatlah berat sehingga pola penyerangan ini kurang efektif.
#4. Sistem penyerangan ditinjau dari posisi tempat penyerangan 

Sistem penyerangan ditinjau dari posisi tempat penyerangan

Dapat dibagi menjadi sebagai berikut :
  1. Sistem penyerangan dari tipe (posisi 2 dan 4)
  2. Sistem penyerangan dari tengah (posisi3)
  3. Sistem penyerangan kombinasi tepi dan tengah (posisi 2, 3 dan 4)

Pengertian Pola Pertahanan & Tekniknya


Pola pertahanan adalah cara bertahan dalam keadaan pasif menerima serangan guna mengantisipasi tim dari kekalahan. Pola Pertahanan ini menjadi bagian dalam permainan yang sama pentingnya dengan penyerangan. Tanpa pola pertahanan, tim akan cepat mudah goyah ketika lawan menyerang.

Pertahanan adalah pondasi utama untuk melakukan serangan terhadap tim lawan. Tanpa ada pertahanan yang baik (menerima servis, menerima smash dan passing dari serangan lawan) mustahil rangkaian serangan tim dapat dilakukan dengan baik. 

Ketika melakukan pertahanan, kita memerlukan tahapan berikut ini :

Tahap pertama : Posisi permulaan/start
  1. Kedua kaki terbuka, sedikit lebar dari bahu sedangkan lutut ditekuk.
  2. Kaki bawah (daerah pergelangan kaki) menjadi tumpuan berat badan.
  3. Kedua lengan berada di depan tubuh atau ditekuk sedikit disiku.
  4. Kedua lutut didorong ke depan, lebih jauh sedikit dari letak ujung jari kaki.
Tahap kedua : Menerima bola
  1. Pemain mendekatkan kedua belah tangan agar bola mudah diterima.
  2. Jika memungkinkan, bola sebaiknya diterima dengan bawah kedua lengan agar lebih rileks dan nyaman.
  3. Semakin cepat laju bola, smash misalnya, semakin cekatan pula permainan lengan pemain.
Tahap ketiga : gerakan akhir (Follow Through)
  1. Si pemain membiarkan kedua lengannya terus melaju mengikuti ayunan lengan, lalu dengan cepat mengambil tempat pada posisinya yang baru di lapangan.
Adapun berbagai macam pola pertahanan dalam permainan bola voli antara lain yaitu :

#1. Sistem pertahanan terhadap servis

a.) Sistem pertahanan menerima servis 2 : 4

Berarti 4 pemain memiliki tugas untuk menerima servis, sedangkan 2 pemain lainnya siap untuk mengumpan dan smash.

Sistem pertahanan menerima servis 2 : 4

b.) Sistem pertahanan menerima servis 1 : 5

Sistem pertahanan menerima servis 1 : 5

Sistem ini mengutamakan s pemain untuk menerima servis dan 1 pemain sebagai pengumpan. Sekarang, sistem ini sangat sering digunakan karena keuntungannya lebih banyak dibandingkan sistem 2 : 4.
Keterangan :
  • X3 : set upper
  • X1, X2, X6, X4, X5 : penerima servis
  • X4, X2 : dua penyerang
  • X1 : set-upper masuk depan dari posisi belakang
  • X2, X3, X4, X5, X6 : penerima servis
  • X2, X3, X4 : smasher depan 3 orang
Sebenarnya, 2 sistem pertahanan tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing dalam penggunaannya. Kita perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
  • Kualitas bola servis lawan.
  • Kemampuan masing-masing pemain.
  • Penguasaan sistem yang digunakan.
  • Penyerangan perlu memperhitungkan produktivitas.
#2. Sistem pertahanan terhadap smash, plessing dan dink

Bukan hanya penyerangan servis lawan saja yang perlu diperhatikan, penyerangan seperti smash, plessing dan dink juga perlu kita perhatikan. 

Perbatasan daerah tengah dan belakang adalah garis sejajar dengan garis tengah sejauh empat meter. Bendungan dan pertahanan belakang memerlukan kerjasama yang sempurna antara blocker dan pemain pertahanan belakang. 

Dalam sebuah pertandingan, tidak mungkin suatu tim menggunakan satu sistem, satu pola dan satu pertahanan saja, karena serangan dari tim lawan juga dinamis (selalu berubah-ubah) yang akan mengakibatkan kekalahan.

Adapun jenis/macam pertahanan terhadap smash, plessing dan dink antara lain :

a.) Sistem 0 : 3 : 2 dan 1 : 3 : 2

Sistem ini digunakan untuk menghadapi smash lemah, plessing, dink dan bola jauh dari net sebelum di seberangkan lawan. Sistem ini mengutamakan pertahanan daerah tengah oleh 3 pemain dan pertahanan lapangan belakang oleh 2 orang pemain, sedang d pemain tanpa atau melakukan block.


Keterangan :
  • --- > : serangan lawan
  • X3 : block atau tanpa memblock
  • X2, X6, X4 : pemain pertahanan tengah
  • X5, X1 : pemain pertahanan daerah belakang
b.) Sistem 2 : 1 : 3, 2 : 2 : 2 dan 2 : 0 : 4

Sistem 2 : 1 : 3 artinya 2 blocker, satu pemain pertahanan tengah dan tiga pemain pertahanan belakang.

Sistem 2 : 1 : 3, 2 : 2 : 2 dan 2 : 0 : 4

Keterangan :
  • --- > : serangan lawan
  • X2, X3 : memblock
  • X6 : pemain pertahanan tengah
  • X4, X5, X1 : pemain pertahanan daerah belakang
Sistem 2 : 2 : 2 artinya 2 blocker, 2 pemain pertahanan tengah dan 2 pemain pertahanan belakang.

Sistem 2 : 2 : 2 artinya 2 blocker

Keterangan :
  • --- > : serangan lawan
  • X3, X4 : memblock
  • X5, X2 : pemain pertahanan tengah
  • X6, X1 : pemain pertahanan daerah belakang
Sistem 2 : 0 : 4 artinya 2 blocker, pertahanan tengah tidak ada yang menjaga dan bagian belakang dijaga oleh 4 orang pemain.

Sistem 2 : 0 : 4

Keterangan :
  • --- > : serangan lawan
  • X3, X4 : memblock
  • X5, X2, X6, X1 : pemain pertahanan daerah belakang
#3. Sistem pertahanan terhadap pantulan bendungan.block lawan (Cover smash)

Seiring berjalannya waktu, peraturan permainan bola voli berubah-ubah mengikuti perkembangan. Misalnya, sekarang block boleh melewati net dan perkenaan bola blocker dapat mendahului pukulan smasher lawan sehingga memungkinkan bola kembali ke lapangan.

Ciri keterampilan pemain dalam bermain bola voli juga dapat kita lihat dari pelaksanaan cover of smash berikut ini :

a.) Formasi cover of smash serangan posisi 4

 Formasi cover of smash serangan posisi 4

Keterangan :
  • XX : 2 blocker tim lawan
  • X4 : melakukan smash dari posisi 4
  • X3, X6 : barisan depan dalam penyelamatan smash
  • X5, X1, X2 : barisan belakang dalam cover of smash
b.) Formasi cover of smash serangan posisi 3

Formasi cover of smash serangan posisi 3

Keterangan :
  • XXX : 3 blocker tim lawan
  • X3 : melakukan smash dari posisi 3
  • X2, X4 : penyelamatan smash barisan depan
  • X6, X5, X1 : barisan belakang dalam cover of smash
c.) Formasi cover of smash ketika tim melakukan variasi serangan 

Formasi cover of smash ketika tim melakukan variasi serangan

Keterangan :
  • X3 : melakukan variasi smash sdengan X4 (smash silang dari posisi 3)
  • X4, X2: melakukan variasi serangan secara bersamaan dengan X3, dimana X4 mengadakan gerakan smash di posisi 3, sedang X2 melakukan gerakan smash untuk semi smash pada posisi 2.
Demikianlah berbagai pembahasan tentang pola penyerangan dan pertahanan dalam permainan bola voli, sebenarnya tidak ada yang sempurna dalam taktik bermain, namun kita perlu mengetahui mana yang jauh lebih efisien untuk memenangkan suatu pertandingan.
  • ^Referensi : Buku Penjasorkes SMA/MA kelas XI

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top