Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

10 Januari 2017

Pengertian & Macam-macam Teknik Block (Bendungan) dalam Bola Voli

Ketika melihat pertandingan bola voli, kita kerap kali melihat pemain yang melakukan smash dan ada pemain lawan yang menghalangi. Pemain yang bertugas menghalangi serangan lawan inilah yang kita kenal dengan blocker. 

Macam-macam Teknik Block (Bendungan) dalam Permainan Bola Voli
sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Volleyball_injuries

Para blocker harus terus menerus mengawasi bola, mengawasi posisi smasher dan arah umpan dari set-upper lawan. Dalam pelaksanaannya, blocker perlu menganalisa keadaan dan taktik apa yang harus ia gunakan dengan waktu berpikir yang relatif singkat. 

Lalu, apa pengertian dari block/bendungan itu sendiri ? 

Block dalam permainan bola voli merupakan benteng/dinding pertahanan utama untuk menangkis dan melemahkan berbagai serangan yang mematikan dari pihak lawan. 

Kenapa dinamakan bendungan atau block ? Karena teknik ini digunakan untuk membendung/menangkis/menahan serangan lawan, terutama smash. 

Jika ditinjau dari teknik gerakan, block bukanlah gerakan atau teknik yang sulit. Kita hanya melompat, lalu mengulurkan kedua tangan ke atas net dan menghalang-halangi laju bola dari lawan.

Memang sekilas tampak mudah, namun keberhasilan block prosentasenya kecil karena bola yang akan diblock arahnya dikendalikan oleh lawan. Selain itu, pengaturan posisi, kekuatan melompat, ketepatan dan timing juga sangat mempengaruhi keberhasilan block.

Teknik blocking akan jauh lebih maksimal hasilnya jika dilakukan oleh pemain yang memiliki postur tubuh tinggi dan berada pada posisi depan lapangan.

Adapun macam-macam block kita bisa bedakan menjadi 2 jenis yaitu block pasif dan block aktif.

Apa perbedaan antara block pasif dan block aktif ?


Block pasif : dalam melakukan block, tangan pemain hanya menjurus/dijulurkan sedikit ke atas net tanpa adanya unsur gerakan. Block ini tampak kurang efektif mengingat hanya menghalangi satu arah serang saja.

Block aktif : dalam melakukan block, tangan pemain digerakkan ke kanan atau ke kiri. Block ini termasuk block yang cukup efektif untuk menangkis serangan karena mampu menghalangi lebih dari satu arah serang. Jika melakukan block aktif, yang berperan adalah lengan dan tangan. Lengan dan tangan digerakkan dengan kuat sehingga siku pemain berada di dekat bagian atas net.

Agar memungkinkan keberhasilan block, suatu tim perlu melakukan variasi block agar pertahanan semakin kokoh. Taktik block yang efektif adalah dengan memperbanyak blocker, bukan hanya 1 pemain saja, melainkan 2 atau 3 orang pemain.  Lalu bagaimana cara melakukan taktik block ini ? Mari kita bahas satu per satu.

Block oleh Satu Orang Pemain (Block Tunggal)


Block ini bersifat individu sehingga pemain yang hendak memblock harus benar-benar fokus dan percaya diri. Block ini umumnya digunakan untuk menghadapi lawan yang menyerang dengan cepat, cermat dan kuat sehingga pemain bertahan tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk membantu teman melakukan block.

Cara melakukannya yaitu :
  1. Sikap badan berdiri menghadap net dengan jarak sekitar satu langkah dari net. Jarak kedua kaki selebar pundak, lutut ditekuk dan kedua tangan siap di depan dada. Posisi inilah yang menentukan keberhasilan suatu block.
  2. Pandangan mengawasi arah/gerakan bola dan memperhatikan pemain lawan (terutama tosser dan smasher) yang hendak melakukan umpan dan pukulan.
  3. Menolakkan kedua kaki sambil menjulurkan kedua lengan ke atas, kedua telapak tangan dibuka. Jari-jari guna memperlebar jangkauan, posisi kedua tangan menutup daerah yang diperkirakan menjadi sasaran utama lintasan bola.

Block oleh 2 Orang atau 3 Orang Pemain (Block Ganda)


Block ini tentunya lebih efektif dibandingkan dengan block oleh satu orang pemain. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa taktik block ini sering digunakan dalam pertandingan bola voli zaman sekarang. Namun, perlu kita ketahui, block ini memerlukan kerjasama yang baik dari masing-masing pemain agar menghasilkan pertahanan yang kokoh.

Timing yang tepat juga sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan block ini.
  • Bendungan Dua Pemain
Digunakan jika tim lawan memainkan taktik penyerangan dengan mengandalkan ketepatan sasaran, yang membuat pemain bertahan masih mempunyai kesempatan untuk membantu temannya dalam melakukan block bersama-sama.
  • Bendungan Tiga Pemain
Biasanya digunakan untuk menghadapi lawan yang tangguh dan kuat dalam penyerangan. Ketika lawan memainkan penyerangan dengan smash-smash yang tajam dan keras, tim mampu mengimbanginya dengan 3 blocker sekaligus sehingga serangan keras dari lawan dapat digagalkan.

Cara melakukan block ini adalah :
  1. 2 atau 3 orang yang akan melakukan block melakukan tolakan.lompatan secara bersamaan. Sebisa mungkin timing antara pukulan lawan dengan lompatan itu pas.
  2. Semua pasangan tangan blocker membuat benteng pertahanan yang rapat, sehingga tidak ada celah diantara tangan.
  3. Posisi tangan di atas net membentuk setengah lingkaran, tangan-tangan yang berada pada posisi pinggir membentuk sudut dan menghadap ke dalam.

Kesalahan Umum dalam Blocking (Bendungan)


Kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh para blocker antara lain yaitu :
  1. Jari-jari tidak merenggang .
  2. Saat mendarat kaki kurang lentuk.masih kaku.
  3. Loncatan terlalu ke depan sehingga menyentuh net.
  4. Gerakan pergelangan tangan kurang aktif ketika perkenaan bola.
  5. Pemain berdiri jauh dari net ketika persiapan untuk membendung.
  6. Kesalahan dalam melangkah sehingga menginjak kaki teman sendiri.
  7. Kurang piawai memperhatikan teknik, kebiasaan dan kekuatan smasher lawan.
  8. Kurang bisa memperkirakan waktu (timming) dalam meloncat maupun gerakan lengan.
  9. Saat perkenaan bola tidak melihat bola (misalnya menunduk atau memejamkan mata).
  10. Kedua lengan terlalu lurus, pasif dan terdapat celah sehingga bola mudah untuk diterobos.
  11. Kurang bisa memperhatikan kecakapan, kebiasaan dan arah umpan dari tosser.set-uper lawan, sehingga mudah terkecoh dalam melakukan bendungan.
Nah, demikianlah artikel mengenai macam-macam teknik block dalam bola voli. Sebenarnya, blocking itu mudah, namun menganalisa keadaanlah yang cukup susah. Misalnya timing lompatan, melihat arah umpan.gerakan bola, dan melihat posisi smasher lawan. Meskipun susah, kita bisa melatihnya dengan sering mencoba ketika bertanding.

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top