Pengertian Teks Eksposisi, Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contohnya

11.35
Apa itu eksposisi ? Menurut Aceng Hasani (2005:30), karangan eksposisi adalah tulisan yang sering digunakan untuk menjelaskan penemuan ilmiah dan tidak memaksa penemuan pembaca.

Pengertian Teks Eksposisi, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh

Dalam karangan eksposisi pembaca tidak dipaksa untuk menerima dan menuruti penemuan penulis. Pembaca dapat menolak dan menerima apa yang dijelaskan penulis. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa teks eksposisi adalah bentuk pengembangan paragraf yang memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai permasalahan apa saja melalui ide, gagasan, penemuan penulis dengan gaya bahasa yang singkat, akurat dan padat sehingga menambah wawasan/pengetahuan pembaca.

Teks eksposisi memiliki sifat ilmiah/non fiksi. Dengan kata lain, sumber karangan bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian maupun pengalaman pribadi seseorang.

Sobat sebenarnya bisa melihat/menyimak teks eksposisi ini melalui berbagai sumber/media, seperti internet, koran, laporan, maupun buku.

Adapun topik dalam karangan eksposisi yaitu :
  • Data faktual : berarti benar-benar terjadi, ada dan bisa bersifat historis. Contohnya bagaimana cara kerja suatu alat dan kegunaannya, bagaimana suatu hal bisa terjadi, dan sebagainya.
  • Salah satu analisis atau penafsiran objektif ke suatu fakta.
  • Fakta yang meyakinkan. 
Contoh urutan analisis paragraf eksposisi
  • Urutan kronologis/proses, biasanya menuliskan proses, yaitu urut-urutan kejadian atau kegiatan ;
  • Urutan fungsional ;
  • Urutan sebab akibat ;
  • Analisis perbandingan.
Lalu, bagaimana cara membuat/menulis teks eksposisi ?

Sobat bisa mencobanya dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Menentukan tema ;
  • Menentukan tujuan penulisan ;
  • Memilih data yang cocok dengan tema ;
  • Membuat kerangka karangan lalu dikembangkan menjadi karangan ;
Ciri Paragraf Teks Eksposisi
  1. Bersifat ilmiah/non-fiksi ;
  2. Memuat kalimat rincian/penjelas ;
  3. Akhir paragraf berupa penegasan ;
  4. Gaya penulisan bersifat informatif ;
  5. Dari awal hingga akhir berupa pemaparan ;
  6. Bahasanya memiliki makna denotasi (sebenarnya) ;
  7. Bentuk penyampaian dilakukan secara lugas dan baku ;
  8. Fakta digunakan sebagai alat kontribusi dan konkritasi ;
  9. Memuat ide, gagasan dan penemuan penulis mengenai masalah tertentu namun tetap objektif (sesuai) ;
  10. Memiliki tujuan menambah pengetahuan pembaca tanpa maksud memihak siapapun (bersifat netral) ;
  11. Dalam teks eksposisi juga bisa kita temukan unsur 5W+1H (apa, siapa, kapan, dimana, dan bagaimana). Dalam memaparkan topik, teks eksposisi biasanya juga menyertakan grafik, tabel serta berbagai fakta dan data lainnya guna memperjelas argumen.

Struktur Teks Eksposisi


Adapun struktur teks eksposisi secara umum yaitu :
  • Tesis (Pernyataan pendapat)
Merupakan pokok pikiran/gagasan utama berupa perkiraan penulis tentang sebuah permasalahan berdasar fakta yang ada. Bagian ini menjelaskan informasi secara umum namun tetap objektif.
  • Argumentasi 
Bagian yang menjadi perinci tentang suatu pernyataan/pendapat. Dengan kata lain, bagian ini memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai tesis (bagian sebelumnya) melalui berbagai fakta yang diyakini kebenarannya oleh penulis. 

Biasanya ditandai dengan berbagai kalimat yang berisi pendapat penulis mengenai topik yang sedang dibahas.
  • Penegasan Ulang 
Bagian di dalam teks yang menguatkan kembali penjelasan sebelumnya baik berupa pernyataan dan/atau argumentasi penulis. Dalam bagian ini, umumnya disertakan pula sejumlah fakta demi memperkuat penegasan. Terdapat pada bagian akhir suatu teks eksposisi.

Kaidah/Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi


Ciri kebahasaan merupakan bagian-bagian yang membangun teks eksposisi. Kita bisa juga menyebutnya dengan unsur kebahasaan/kaidah kebahasaan teks eksposisi. Adapun penjabarannya yaitu :

#1. Menggunakan Pronomina 

Pronomina yaitu jenis kata yang digunakan untuk menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina dapat dibedakan menjadi dua macam :
  • Pronomina Non-Persona (kata ganti bukan orang) yaitu pronomina penanya (seperti : apa, bagaimana, siapa, kapan) dan pronomina penunjuk (seperti : ini, itu, - sini, - situ, -sana).
  • Pronomina Persona (kata ganti orang) yaitu persona tunggal (seperti : ia, dia, Anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si- ) dan persona jamak (seperti : kita, kami, kalian, mereka, hadirin, para).
#2. Menggunakan Kata Leksikal
Kata Leksikal adalah kata yang memiliki makna berdefinisi sebagai lambang benda, peristiwa, objek, dan lain-lain (umumnya terdapat dalam kamus bahasa).
  1. Nomina : kata yang condong menjelaskan benda, baik nyata maupun abstrak.
  2. Adjektiva : kata yang dipakai untuk memaparkan sifat/keadaan orang, benda, dan binatang.
  3. Verba : kata yang memiliki makna dasar pekerjaan, perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat.
  4. Adverbia : kata yang memberikan/melengkapi suatu informasi baik itu berupa keterangan waktu,  tempat, suasana, cara, alat, dan lain sebagainya.
#3. Menggunakan Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung kerap kali digunakan dalam teks eksposisi guna memperkuat argumentasi penulis. Beberapa konjungsi teks eksposisi di antaranya yaitu :
  1. Konjungsi pembatasan : asal, kecuali, selain ;
  2. Konjungsi penegasan : bukan hanya itu, apalagi, bahkan, hanya, lagi pula, itu pun ;
  3. Konjungsi penggabungan : dengan, serta, dan ;
  4. Konjungsi penjelasan : bahwa ;
  5. Konjungsi penyimpulan : maka dari itu, oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian ;
  6. Konjungsi perbandingan : ibarat, bagai, seperti, serupa ;
  7. Konjungsi perincian : yakni, adalah, merupakan, yaitu, ialah, antara lain  ;
  8. Konjungsi persyaratan : asalkan, jika, jikalau, apabila, bila, bilamana, apabila ;
  9. Konjungsi pertentangan : sebaliknya, bertolak belakang, akan tetapi, tetapi, namun, melainkan, sedangkan, berbeda dengan itu ;
  10. Konjungsi pilihan : atau ;
  11. Konjungsi sebab-akibat : mengakibatkan, karena, sebab, sehingga, akibat, akibatnya ;
  12. Konjungsi tujuan : untuk, supaya, agar ;
  13. Konjungsi waktu : kemudian, sesudah, setelah, lalu, sebelum, setelah itu.

Jenis-jenis Teks Eksposisi


Sebenarnya, teks eksposisi terbentuk dari beberapa paragraf yang dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi struktur teks yang padu. Oleh karena itu, kita kemudian mengenal pola pengembangan dalam teks eksposisi. 

Dari pola pengembangan inilah jenis teks eksposisi itu terlihat. Adapun pola pengembangan tersebut antara lain yaitu : pola pengembangan proses, definisi, contoh/ilustrasi, perbandingan, kontras/pertentangan, umum-khusus atau khusus-umum, klasifikasi, sebab-akibat, dan laporan. Mari kita pelajari satu per satu.

#1.Teks Eksposisi Proses

Eksposisi proses adalah pengembangan paragraf eksposisi yang menjelaskan suatu topik berdasarkan prosedur, cara atau langkah yang sebenarnya dan mengarah pada hasil yang hendak dicapai.
Contoh singkatnya bisa kita lihat dalam pengembangan paragraf berikut :
Cara membuat wayang kulit kata yang sudah biasa membuat itu mudah. Pertama-tama kita menyiapkan kulit hewan seperti sapi, kerbau atau kambing. Kemudian ........*blablabla...... Tahap akhirnya dengan memasang cempurit/gagang wayang agar bisa digerakkan ketika pagelaran.
#2. Teks Eksposisi Definisi

Eksposisi definisi adalah pengembangan paragraf eksposisi yang memaparkan informasi berupa pengertian atau definisi dalam suatu topik pembicaraan.

#3. Teks Eksposisi Contoh/Ilustrasi

Eksposisi ilustrasi adalah pengembangan paragraf eksposisi yang memberikan gambaran sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat/kemiripan dalam beberapa hal.
Contoh singkatnya :
Masyarakat Jawa umumnya, dan masyarakat Banyumas khususnya memiliki jiwa kreatif dan seni yang tinggi. Banyak kesenian yang sudah berhasil diciptakan seperti lengger, wayang, ebeg, calung, ujungan, begalan, dan lain sebagainya.
#4. Teks Eksposisi Perbandingan

Eksposisi perbandingan adalah pengembangan paragraf eksposisi yang penyajiannya mengacu pada perbandingan dengan hal lain. 

#5. Teks Eksposisi Kontras/Pertentangan
Eksposisi pertentangan adalah pengembangan paragraf eksposisi yang mengacu pada beberapa hal yang bertentangan dengan hal lain yang serupa. Umumnya menggunakan frasa atau konjungsi pertentangan (seperti : berbeda halnya, sebaliknya, meski begitu, akan tetapi).

#6. Teks Eksposisi Umum-Khusus Atau Khusus-Umum
Wayang identik dengan orang Jawa, tetapi sekarang wayang sudah tersebar ke seluruh Indonesia dan sudah menjadi identitas orang Indonesia. Bahkan, oleh UNESCO menetapkannya menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan.
#7. Teks Eksposisi Klasifikasi
Eksposisi klasifikasi adalah pengembangan paragraf eksposisi yang penyajiannya memiliki kesan membagi-bagi/menggolongkan beberapa hal dalam satu topik permasalahan.

#8. Teks Eksposisi Sebab-Akibat
Eksposisi sebab-akibat adalah pengembangan paragraf eksposisi yang cenderung menonjolkan unsur sebab dan akibat di dalamnya.

#9. Teks Eksposisi Laporan

Eksposisi laporan adalah pengembangan paragraf eksposisi yang menjabarkan hasil/laporan berdasarkan berita atau penelitian tertentu.

#10. Teks Eksposisi Berita

Teks eksposisi berita adalah pengembangan paragraf eksposisi yang menginformasikan suatu kejadian, kerap kali kita jumpai di dalam berita atau koran.

Contoh Teks Eksposisi beserta Strukturnya


Berikut kami sajikan beberapa teks yang wajib dipahami. Kenapa wajib ? Karena kalau sobat tidak membacanya maka sobat akan rugi. 

Sobat sudah mengetahui seluk-beluk teks eksposisi sampai sejauh ini, tapi tidak tahu contoh teksnya. Rugi bukan ? 

Nah, maka dari itu ayo kita simak contoh teksnya dengan seksama...

Teks 1 - Kebudayaan Banyumasan

Tesis

Seni dan budaya khas Banyumas tumbuh dan berkembang seiring dengan peradaban Jawa Kuno. Budaya Banyumas juga semakin kaya dengan masuknya gaya budaya Mataram (Yogya-Solo) dan Sunda (Pasundan/Priangan) serta sudah dimasuki berbagai kebudayaan lainnya.

Argumentasi

Dari budaya Banyumasan ini, lahirlah wujud kesenian tradisional yang juga memiliki karakter Banyumasan seperti lengger, ujungan, calung, ebeg, angguk, wayang kulit gagrak Banyumas, gendhing Banyumasan, begalan, dan lain sebagainya. 

Penegasan Ulang

Selain itu, di daerah yang berbatasan langsung dengan daerah Jawa Barat lebih memiliki gaya budaya Pasundan seperti kesenian sisingaan, gendang rampak, rengkong, calung, dan sebagainya.

Teks 2 - Begalan

Begalan yaitu salah satu jenis kesenian yang umumnya dipentaskan di dalam reong mbegal. Yang menarik perhatian adalah dialog/percakapan antara yang dibegal (dirampok) dan yang membegal (perampok). Dialog/percakapan biasanya berisi kritikan atau petuah untuk calon penganten dengan pembawaan yang lugas dan lucu.

Acara ini diadakan jika calon penganten perempuan anak pertama. Begalan merupakan campuran antara seni tari dan dialog dengan unsur humor di dalamnya serta menggunakan iringan gending. 

Seperti tari klasik, gerakan badan tidak terikat dengan patokan tertentu yang akhirnya menjadikan gerakannya selaras dengan irama gending.

Jumlah penari/peraga ada 2, yang satu membawa barang-barang (peralatan masak) dan yang satu menjadi pembegal/rampok.

Barang-barang yang dibawa seperti ilir, ian, cething, kusan, saringan ampas, tampah, sorok, centhong, gayung, irus, kendhil, dan wangkring. Barang bawaan ini biasanya dinamai brenong kepang. 

Pembegal biasanya membawa pedang kayu, bajunya peraga biasanya sederhana, umumnya menggunakan pakaian adat jawa. 

Dialog yang diucapkan berupa bahasa kiasan yang diterjemahkan dari nama-nama barang yang dibawa. Contohnya ilir yang dibuat dari anyaman bambu melambangkan pengingat pengantin laki-laki dan perempuan untuk membedakan mana yang benar dan salah. Cething, yang digunakan untuk tempat nasi melambangkan hidup itu memerlukan wadah yang memiliki aturan tertentu, jadi tidak boleh seenaknya sendiri. Padi, melambangkan penganten laki-laki dan perempuan harus punya watak seperti padi (masih muda terlihat indah, bagus dan menyenangkan pelihatnya sedangkan kalau sudah tua semakin menunduk ke bawah/tidak sombong). Gayung yang berguna untuk mengambil air memiliki makna bahwa pengantin laki-laki dan perempuan harus bisa hidup dimanapun dan dalam keadaan apapun. Selain itu, diharapkan dapat membagi pengalaman, ilmu, dan rejeki kepada yang berhak menerimanya secara adil.

Disamping melihat atraksi tari begalan dan irama gendhing, penonton juga mendengarkan percakapan yang menarik perhatian dan menghibur. Biasanya, selesai tontonan, barang-barang yang dipikul menjadi rebutan para penonton.

Akan tetapi, tontonan begalan ini tidak bisa dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian acara dalam pernikahan.

Teks 3 - Seni Pertunjukan Ebeg

Ebeg atau dalam bahasa Indonesia disebut kuda lumping adalah salah satu kesenian tradisional asli Jawa. Kesenian ini sudah ada sejak jaman dulu dan sampai sekarang pun masih dilestarikan. Kesenian ini memadukan unsur tari-tarian yang disertai dengan musik calung dan gamelan. 

Peraganya menggunakan baju adat Jawa. Bajunya biasanya lengan panjang, celananya pendek, kepalanya diikat menggunakan ikat, bagian celananya dipasangi jarit yang dililitkan dan diberi seperti sejenis sabuk agar tidak lepas.

Para peraga juga membawa kuda-kudaan yang dibuat dari anyaman bambu. Kuda-kudaan itu lalu dinaiki, layaknya menaiki kuda sungguhan. Yang menjadi peraga bisa laki-laki, bisa juga perempuan, namun kebanyakan adalah laki-laki. Ketika menari, biasanya ada peraga yang mengalami kesurupan atau kemasukkan makhluk ghaib karena memiliki indang (roh halus). Kesurupan tergantung indangnya, apakah itu menyerupai gaya monyet, buaya, kerbau, dan lain sebagainya. Penonton yang memiliki indang juga bisa ikut kesurupan.

Ketika kesurupan ada yang meminta makan kembang, mengelupasi serabut kelapa dengan gigi, memakan ayam mentah, dan hal ekstrim lainnya.

Biasanya setelah sadar, peraga atau penonton yang kesurupan tadi diobati oleh dukun/penimbul atau anggota kelompok kesenian ebeg yang memiliki kelebihan.

Ada mitos yang dipercaya oleh masyarakat, kalau melihat ebeg tidak boleh mengenakan baju warna merah, karena bisa dikejar oleh peraga yang kesurupan. 

Kesenian ebeg ini biasanya diadakan ketika ada acara khitanan, pernikahan, ulang tahun, maupun acara lainnya yang sekiranya menarik perhatian banyak orang.

Jika sobat sudah membacanya, kami ingin menantang sobat untuk menjawab pertanyaan yang ingin kami ajukan. Jika sobat membaca dan memahami artikel ini dengan baik, pasti sobat mudah menjawabnya.
Question :
  1. Berdasarkan contoh teks yang tadi sudah sobat baca, benarkah itu termasuk ke dalam teks eksposisi ? Berikan alasannya !
  2. Jika sobat meyakini teks tersebut adalah teks eksposisi, termasuk ke dalam jenis pengembangan apakah teks tersebut ? Tunjukkan juga bagian strukturnya (teks 2 & 3)!
Ingin jadi pelajar kritis ?

Tapi.....

Tidak berani menjawab ?

Yakin bisa ?

Ayo buktikan !

*tulis jawaban sobat jika sobat termasuk pelajar greget yang anti-mainstream :v
Oke, itulah beberapa ulasan mengenai pembelajaran kita kali ini. Dengan adanya artikel ini, diharapkan sobat dapat memahami materi teks eksposisi ini dengan baik sehingga mampu mendukung nilai akademis sobat di sekolah.

^Referensi :
  • Buku LKS Bahasa Jawa SMK Kelas XI
  • www.ensiklopediasli.blogspot.com

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai