Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

25 Oktober 2016

Memahami Teks Berita : Pengertian, Struktur dan Ciri Kebahasaannya

Sobat pasti sudah mendengar berbagai berita baik itu di televisi, di koran atau di radio. Pernahkah sobat memperhatikan tata bahasa dan strukturnya ? Nah, kesempatan kali ini kita akan membahas yang namanya teks berita secara mendalam, baik dari segi arti, struktur maupun kaidah/ciri kebahasaannya. Tentunya sangat sesuai dengan materi kelas XII Kurikulum 2013, sobat bisa mempelajarinya lebih dalam di sini....

Memahami Teks Berita : Pengertian, Struktur dan Ciri Kebahasaannya

Apa itu teks berita ?

Pengertian Teks berita yaitu teks yang isinya bercerita atau menerangkan suatu kejadian yang sedang hangat (baru-baru terjadi)

Berbeda dengan penyajian berita di televisi dan radio yang cenderung menggunakan media suara, penyajian berita di koran, website atau majalah cenderung menggunakan teks. 

Teks berita berisikan informasi yang real/nyata terjadi di dunia ini, namun ada sedikit modifikasi (dalam artian tidak semua fakta diangkat menjadi berita).

Dari sekian banyaknya berita yang telah disiarkan/ditayangkan, tata penulisan berita umumnya menggunakan struktur piramida terbalik.  

Apa itu piramida terbalik ?

Maksudnya adalah informasi yang paling penting dalam berita ditempatkan di awal berita (paragraf awal) kemudian diikuti informasi pendukung berupa penjelasan yang lebih spesifik/detail pada paragraf berikutnya dalam tubuh teks berita.

Intinya, urutan penyajian dalam berita adalah sebagai berikut :
  • Informasi paling penting ;
  • Informasi penting ;
  • Informasi kurang penting.
Manfaat dari penyajian piramida terbalik adalah agar pembaca dapat segera mengetahui isi berita yang hendak diketahuinya.

Selain itu juga, terdapat pola penyajian berita balok tegak. Pola penyajian ini mengisyaratkan informasi yang disajikan dari awal hingga akhir cenderung sama pentingnya.

Sobat bisa melihat gambar berikut :

Bagan teks berita piramida terbalik
Bagan 1 : Struktur Berita Piramida Terbalik
Bagan teks berita balok tegak
Bagan 2 : Struktur Balok Tegak




Adapun ciri-ciri teks berita yaitu :
  • Jelas ;
  • Terkini ;
  • Menarik ;
  • Segera disampaikan ;
  • Informasi yang disajikan dapat dipercaya ;
  • Kalimatnya sederhana, mudah dimengerti/diterima masyarakat.
Setelah mempelajari pengertian dan ciri teks berita, selanjutnya kita akan mempelajari struktur teks berita itu sendiri.

Perlu diketahui, struktur merupakan susunan yang membangun teks sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Ada sedikit perbedaan pendapat mengenai struktur teks ini, namun sebenarnya itu sama saja, tergantung kita memahaminya seperti apa.
Adapun struktur teks berita secara umum yaitu :
  • Judul ;
  • Teras ;
  • Tubuh Berita.
Sumber lain juga mengatakan bahwa struktur teks berita terdiri dari :
  • Orientasi berita : pembukaan kejadian atau peristiwa yang diberitakan.
  • Peristiwa : inti pokok dan kronologis dari permasalahan yang di bahas dalam tubuh teks berita.
  • Sumber Berita : asal didapatnya informasi yang diberitakan.
Untuk lebih spesifiknya lagi, struktur dari teks berita terbagi lagi dalam 5 bagian yaitu :
  • Headline (judul);
  • Dateline (baris tanggal dan nama surat kabar);
  • Newsworthy/lead (kejadian inti) ;
  • Background Event (badan berita);
  • Leg (kaki).
Berikut adalah penjelasan dari ke 5 struktur tersebut....

1. Judul (Headline)
Judul atau kepala berita sering dilengkapi dengan anak judul yang berguna untuk :
  • Menonjolkan aspek tertentu dari berita.
  • Membantu pembaca agar segera mengetahui isi peritiwa yang hendak diberitakan.
Contoh dari judul berita yaitu : Polisi Bongkar Sindikat Penjual Sabu di Bekasi

2. Tempat dan Nama Surat Kabar (Dateline)

Bagian ini terdiri atas tempat kejadian, nama surat kabar, sering juga ditambahkan tanggal kejadian/tayang.

3. Kejadian Inti (Newsworthy/Lead)

Bagian ini biasanya menyambung dengan dateline atau berdiri sendiri sebagai paragraf awal. Bagian ini berisi informasi inti dan ringkas dari berita yang hendak disajikan pada batang tubuh. Bagian ini sering disebut dengan lead (teras berita).

Lead atau teras berita menjadi elemen terpenting dari suatu tulisan/berita. Bagai etalase, nafas dan gaya yang mampu memikat pembaca. Selain itu, lead juga berfungsi sebagai daya pikat untuk menarik perhatian pembaca. 

4. Tubuh/Isi Berita (background)

Tubuh berita merupakan penjelasan lanjut terhadap lead (teras berita). Bagian ini juga memiliki isi yang mengikuti rumus 5W+1H. 

Dijelaskan juga latar belakang peristiwa (background event). Isi berita berupa rangkaian kejadian yang diuraikan secara rinci dari yang terpenting hingga kurang penting (piramida terbalik).

5. Penutup/Kaki (Leg)

Penutup berita dapat berupa sumber berita, yaitu penutup berita yang berisi komentar saksi kejadian atau komentar para ahli. Bagian ini sifatnya opsional/fakultatif (bisa ada bisa tidak). Dalam praktiknya, source sering terdapat di beberapa tempta, baik di teras maupun di tubuh berita. Terkadang, penutup itu berupa tambahan berita yang relevan/berita terkait.

Teks berita tentu memiliki tata bahasa tersendiri. Nah, sobat perlu tahu bermacam-macam kaidah atau ciri kebahasaan teks berita, antara lain yaitu :
1. Menggunakan Kalimat Singkat dan Padat untuk Informasi yang Tertuang pada Judul
Setiap kata umumnya diawali dengan huruf kapital, kecuali kata depan untuk perantara (seperti di, ke, dari, kepada, yang, untuk, kepada) yang tidak berdiri di awal kalimat.
  • Contohnya : OJK Dorong Perbankan Indonesia Ekspansi ke China
Agar terkesan singkat dan padat, verba pada judul biasanya dihilangkan imbuhannya.
  • Contohnya : Anggaran Mengendap, Mendagri Kirim Tim Khusus (kirim=mengirim)
2. Menggunakan Kata Kerja Aksi
Kata kerja aksi adalah kata kerja yang menjelaskan suatu kegiatan yang nampak. Misalnya menangis,meminta, merelakan, melamun, mematikan, mengantuk, menyetujui, menghargai, dan lain-lain.
Dalam penulisan judul, imbuhan me- pada kata kerja aksi ini sering dihilangkan (seperti penjelasan sebelumnya).
3. Menggunakan Verba Pewarta
Verba pewarta atau saying verb misalnya : memberitakan/diberitakan, melaporkan/dilaporkan, menyampaikan/disampaikan, menceritakan/diceritakan.
4. Menggunakan Kata Keterangan   
Misalnya : secara hati-hati, hanya saja, amat, sangat, terlalu, selalu, segera, hendak, terkadang, agaknya, rupanya, dan lain-lain.
5. Menggunakan Bahasa yang Populis
Populis artinya dapat dimengerti semua kalangan/tingkatan pembaca (pemulung, pengemis, tukang becak, cendekiawan).
6. Menggunakan Kalimat yang Logis
Artinya, kalimatnya itu bisa di terima olek akal pikiran.
7. Menggunakan Bahasa Baku
8. Menggunakan kata /kalimat baku dan menghindari kata/kalimat tidak baku
9. Menggunakan Kaidah Etika
Apa itu kaidah etika ? Kaidah etika maksudnya yaitu tidak menggunakan kata/kalimat yang kurang sopan, jorok, vulgar, sumpah-serapah, hujatan, dan lain sebagainya.
Tidak Banyak Menggunakan Kata-kata Teknis (sederhana, ringan dibaca, mudah dimengerti dan dipahami)
10. Sering dimunculkan Beragam Istilah
Istilah tersebut sering dimunculkan baik itu istilah asing maupun daerah. Contohnya : banget, sungkeman, outbond, Computer Based Test (CBT), ngapak, stake holder.

Setelah sobat mengetahui penjelasan di atas, sobat perlu mengetahui syarat teks berita itu sendiri. Adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi sebuah teks bilamana ingin dikatakan sebagai teks berita yaitu :
  • Faktual : informasi yang diberitakan adalah peristiwa yang nyata terjadi.
  • Aktual : peristiwa yang masih hangat/baru-baru terjadi.
  • Seimbang/Netral : teks tidak boleh memihak kepada siapa pun.
  • Lengkap : umumnya, penyajian teks berita memiliki unsur 5W+1H dan harus memenuhi struktur teks berita.
  • Sistematis : tata bahasa, cara penyajian dan susunannya harus berurutan agar jelas dan mudah dipahami pembaca.
  • Menarik : perlu menggunakan judul yang memikat/menggugah hati seseorang agar tertarik untuk membaca informasi yang hendak diberitakan.
Dengan membaca teks berita, tentunya wawasan kita akan bertambah. Selain itu, kita juga secara tidak langsung telah meningkatkan daya kritis terhadap suatu peristiwa yang baru-baru terjadi.

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top