Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

21 September 2016

Stop Bullying ! Inilah Cara Ampuh Agar Tidak dibully Teman

Tips atau Cara Agar Tidak dibully Teman Kelas – Pernah gak kamu dibully oleh teman seperjuanganmu ? Diolok-olok, dihina atau bahkan direndahkan sekali sama mereka ? 

Stop Bullying ! Inilah 7 Cara Ampuh Agar Tidak dibully Teman


Misalnya karena kamu miskin, bodoh atau kuper ? Pernah gak dibully ? Pasti pernah lah.

Sepertinya hampir semua pelajar di Indonesia sudah pernah merasakan dibully/membully. Maklumlah, namanya juga bocah. Sebenarnya kegiatan semacam ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena tentunya merugikan orang lain.

Bully bisa dikategorikan jadi 2, yaitu :
  • Bully Lisan (melalui perkataan yang menyindir, menghina atau merendahkan).
  • Bully Fisik (melalui tindakan yang kurang baik seperti menjahili, usil, iseng yang dilakukan dengan sengaja secara terus-menerus).
Nah, bagi kamu yang sangat sering atau tiap detiknya dibully, berikut ini kami sajikan beberapa tips agar kamu tidak dibully lagi oleh teman, adapun tips-tipsnya yaitu :

#1. Acuhkan Semua Omongan/Perbuatan Mereka


Jika mereka mongolok-olok, menghina, mengejek, dan menjahilimu, lebih baik kamu diam. Diam dan pura-pura tidak terjadi apa pun. Ini semua dilakukan agar mereka merasakan betapa jangkriknya perbuatannya, merasakan sakit karena kegaringan yang mereka perbuat sendiri. Dan tentunya hal ni patut dicoba.

#2. Tanggapi dengan Halus Omongan/Perbuatan Mereka


Jika tips pertama gagal, maka kamu harus mencoba tips kedua ini. Menanggapinya dengan halus dan sopan tentunya akan menjadi hal yang aneh bagi si pembully. Bukannya dikasih marah, malah dikasih senyuman. Rasanya tuh lebih ngena juga ke mereka-mereka yang dzalim terhadapmu.

#3. Bersikaplah Normal Seperti yang Lainnya


Mungkin kamu selama ini bertingkah beda dari teman lainnya sehingga kamu ini dibully. Instrospeksi diri dulu, apakah ada yang salah dari dirimu ? Perbuatan/sikap yang janggal terhadap temanmu ? Nah ini perlu direnungkan olehmu.

Kamu bisa menanyakan hal ini sama temen curhat/sahabatmu sendiri. Tanyakan apakah ada yang janggal, beda, buruk, salah selama ini. Jika terbukti kamu ada problem, maka kamu harus merubahnya. Cobalah perlahan-lahan hingga akhirnya kamu terbiasa.

Contoh kecilnya :
misal kamu adalah tipikal orang yang pendiem, kuper dan gak Pede-an, maka kamu harus rubah sikap itu menjadi orang yang lebih banyak bicara, suka bergaul dan sangat percaya diri.  

Intinya sih, jangan buat teman-teman disekelilingmu itu merasa aneh di dekatmu, jadilah teman yang biasa-biasa saja layaknya teman lainnya.

#4. Bersikap Baiklah kepada Siapapun


Jika kita bersikap baik, orang lain juga akan membuat perspektif yang sama terhadap diri kita. Orang yang ingin dihargai, harus menghargai orang terlebih dahulu. Hal itu juga berlaku pada sikap baik kita, jika kamu ingin disikapi baik oleh teman disekelilingmu, maka kamu sendiri harus bersikap baik terlebih dahulu kepada teman-temanmu.

Tips ini lama-kelamaan pasti ampuh membuatmu terbebas dari belenggu “bully”. Gak percaya ? Buktiin aja...

#5. Asah Skill/Kemampuanmu, dan Buktikan kepada Mereka !


Ini nih point yang sama pentingnya dengan tips-tips sebelumnya. Yaps, membuktikan bahwa kamu itu bisa ! Bisa melakukan sesuatu yang positif dan bermanfaat.

Jika kamu bisa menggali potensi yang ada dalam dirimu, mengasah kemampuanmu dengan lebih optimal, maka orang-orang di sekitarmu akan tahu bahwa kamu itu memiliki kelebihan.

Misalkan saja kamu suka menulis. Dari rasa suka itu, gali lebih dalam mengenai cara menjadi penulis yang hebat. Belajar, belajar dan terus belajar. Kemampuanmu tentunya akan bertambah seiring berjalannya waktu.
Jika kemampuanmu itu sudah terasa cukup, berkaryalah membuat tulisan (cerpen, cerbung, novel, puisi, dan sebagainya). Dari sini, kamu bisa mengembangkannya lebih jauh lagi, mungkin bisa mendaftarkannya ke penerbit.

Jika saja karyamu itu sudah di ACC penerbit, bukan tidak mungkin kamu akan menjadi seorang “MASTER PIECE”. Setelah itu ? Kamu bisa jadi orang tenar mendadak. Pastinya bener-bener keren kan jadi orang tenar ?

Dan, akhirnya akan banyak orang yang mengagumimu.

Orang yang membully ?

Masih berani ?

Gak malu ?

Secara, kamu itu lebih berkualitas dibanding mereka.

Kalau masih berani bully juga, bilang aja “Kamu bisa apa ?”

Pasti lucu reaksi dan mimik mukanya.

#6. Terima Nasib

Buat kamu yang udah terbiasa dibully, lama kelamaan jadi seperti biasa-biasa saja. Biarkan sifat alamiah itu sampai kamu benar-benar menerimanya menjadi nasib. Tapi, buat kamu yang terima nasib pasti merupakan golongan pelajar yang sabar dan tabah pada keadaan. Salut lah buat kamu.

#7. Adu-kan kepada Orang Tua/Guru/Polisi


Jika semua point di atas gagal, maka tips yang ke-enam adalah meng-adu-kannya ke orang tua. Ceritakanlah yang sejujurnya mengenai apa yang telah terjadi. Apa yang menjadi keluhan terbesarmu, apa yang kamu tidak sukai. Curhatkan semuanya tanpa ada unsur kebohongan.

Setelah bercerita ke orang tua, kamu juga bisa cerita ke guru. Kalau bisa sih guru Budi Pekerti, jadi bisa memberi solusi atas apa yang telah terjadi. Kalau semisal orang tua dan guru tak kunjung meredakan masalah, laporkan saja ke polisi. Masalah beres !

#8. Berdoalah Agar Mereka diberi Hidayah


Setelah semua tips di atas dilakukan, berdoalah agar mereka diberi kesadaran, hidayah dan jalan yang lurus. Do’a kan yang baik-baik, jangan ada rasa dendam yang tersimpan di hatimu. 

Intinya sih, kamu harus berdoa agar orang yang membully itu tidak mengulangi perbuatan yang sama di lain hari kepada dirimu maupun orang lain.

Nah, itu dia beberapa cara agar kamu tidak dibully lagi, jika masih dibully, berarti kamu bener-bener ngenes. Yang sabar ya sob, orang-orang sukses biasanya udah kena pahitnya duluan, sedangkan orang-orang yang gagal ngerasain manisnya duluan dan pahitnya belakangan. Do’a-in aja semoga mereka insyaf dan sadar akan perbuatannya.

Tertarik mencoba tips di atas ? Cobalah...

*Semoga artikel ini dapat membantumu atas semua permasalahan yang sedang kamu alami. Jika artikel ini kurang membantu, kamu bisa menanyakannya lebih jauh di kolom komentar. *

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top