Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

21 September 2016

Pengertian Teks Editorial/Opini, Struktur dan Ciri Kebahasaannya

Pengertian, Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Editorial/Opini Apa itu Editorial ? Editorial adalah suatu tulisan yang isinya mencakup pandangan/opini/pendapat redaksi terhadap peristiwa yang aktual, faktual, fenomenal, dan/atau kontroversial di masyarakat.

Pengertian Teks Editorial/Opini, Struktur dan Ciri Kebahasaannya

Perlu kamu ketahui, teks editorial tidak dicantumkan nama penulisnya karena bukan pendapat perorangan, melainkan pendapat/pandangan bersama tim redaksi. 

Dari berbagai surat kabar, editorial diberi nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya dengan Editorial, Dari Redaksi, Tajuk Racana, Redaksi Menulis, Induk Karangan, dan lain sebagainya.

Manfaat Editorial


Teks editorial ini memiliki banyak manfaat, diantaranya yaitu :
  • Dapat menjad referensi untuk menyikapi persoalan/kejadian publik. (bagi pembaca)
  • Dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan terhadap persoalan yang sedang terjadi. (bagi tokoh/pihak terkait)
  • Menerangkan kepada masyarakat mengenai kejadian yang sesungguhnya terjadi dan membujuk masyarakat agar menyikapi persoalan yang dibahas. (bagi media massa)
  • Dapat menjadi pemikat pembaca agar selalu setia berlangganan. Mengapa ? Karena hal ini mampu memberi kepercayaan yang lebih atas kemampuan redaksinya dalam menyoroti persoalan yang sedang menjadi trending topik (perhatian publik).

Struktur Teks Editorial


Sebenarnya struktur teks editorial ada beberapa versi. Hal ini dikarenakan adanya sedikit perbedaan pendapat menurut beberapa ahli.

Menurut Sebranek dan Kemper, menyatakan bahwa struktur teks editorial adalah sebagai berikut :
  • Judul, umumnya singkat/padat/jelas.
  • Persoalan/kejadian/peristiwa yang menjadi perhatian publik. Peristiwa ini seharusnya berupa peristiwa yang menggemparkan, menghebohkan, kontroversial, dan/atau fenomenal. Peristiwa-peristiwa inilah yang menjadi latar belakang penulisan editorial.
  • Penjelasan terhadap persoalan (bisa ada, bisa tidak ada)
  • Sikap/pendapat/opini/pandangan redaksi yang didukung alasan yang kuat dan masuk akal disertai gagasan pikiran yang kritis.
  • Penutup yang berisi harapan/saran/penegasan/himbauan sikap redaksi kepada publik dan/atau pihak terkait untuk mengambil kebijakan.
Sedangkan menurut Darussalam Santika P. Struktur teks ini terdiri atas :
  • Rationale (landasan berpikir dan berpijak dalam penulisan atau pokok persoalan yang timbul di masyarakat).
  • Argumentasi (bagian yang mendukung bagian rasional).
  • Penutup/alternatif (membuat pendapat penulis editorial yang berbentuk saran, anjuran atau pendirian terhadap pokok permasalahan yang timbul di masyarakat).
Ada juga pendapat lain yang menyatakan bahwa struktur editorial adalah sebagai berikut :
  • Pendapat/Tesis, yakni pendapat redaksi.
  • Argumen yang mendukung tesis.
  • Penutup/reiteration yaitu berupa penegasan ulang terhadap pendapat redaksi.

Ciri Kebahasaan Teks Editorial


1. Teks Editorial merupakan opini, jadi sering memerlukan modalitas dan adverbia

Apa itu modalitas ? Modalitas adalah suatu cara untuk menyatakan sikap seseorang dalam berkomunikasi dan digunakan untuk menyatakan :
  • Ajakan, contohnya : kiranya, hendaknya, sebaiknya, kiranya, dan yang lainnya;
  • Keheranan, contohnya : aneh, unik, ajaib, mustahil, tidak masuk akal, tidak mungkin terjadi, dan yang lainnya;
  • Keinginan, contohnya : mudah-mudahan, akan, semoga, harap , dan yang lainnya;
  • Kepastian, contohnya : tentu, tidak, pasti, sungguh, bukan, bukannya, niscaya, dan yang lainnya;
  • Kesangsian, contohnya : rupanya, barangkali, boleh jadi, entah, sepertinya, mungkin, rasanya, agaknya, rupanya , dan yang lainnya;
  • Larangan, contohnya : jangan ,jangan sampai, tidak boleh, dan yang lainnya;
  • Pengakuan, contohnya : benar, betul, ya, malahan, sebenarnya , dan yang lainnya;
Adverbia untuk menyatakan pendapat, contohnya :
  • Biasanya
  • Hampir
  • Hanya/saja
  • Jarang
  • Kadang-kadang
  • Sangat/amat/lebih
  • Sebagian besar waktu
  • Segera
  • Selalu
  • Senantiasa
  • Sering
  • Dan lain sebagainya.
2. Teks Editorial merupakan argumentasi yang sering memerlukan konjungsi berikut ini :
  • Konjungsi temporal (untuk menata argumentasi) : pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya. Atau juga dengan mula-mula, kemudian, berikutnya, selanjutnya, akhirnya, dan lain-lain.
  • Konjungsi penguatan (untuk memperkuat argumentasi) : bahkan, juga, selain itu, lagi pula, misalnya, justru, malahan, sebagai contoh, misalnya, dan lain-lain.
  • Konjungsi penyebaban (untuk menyatakan hubungan sebab) : karena, sebab, maka, karena itu, dan lain-lain.
  • Konjungsi untuk menyatakan harapan, misalnya : agar, supaya
  • Konjungsi untuk menyatakan simpulan, misalnya : maka dari itu, oleh karena itu, karena itulah, dengan demikian
3. Teks Editorial menggunakan verba aksi, verba mental, dan verba relasional

  • Verba Aksi adalah kata kerja yang menunjukkan perbuatan fisik, misalnya : menulis, memperhatikan, membaca, melamun, menggelar, membuka, menutup, mengangkat, melukis, menangis, dan lain sebagainya. 
  • Verba Mental yakni kata kerja yang digunakan untuk mengajukan klaim. Verba ini terdiri atas :
    • Verba yang menjelaskan persepsi (tanggapan), contohnya : melihat, mendengar, merasa, dan dan lain sebagainya.
    • Verba yang menjelaskan afeksi (sikap atau perasaan), contohnya : benci, cinta, dendam, khawatir, marah, sebal, senang, suka, was-was, dan lain sebagainya.
    • Verba yang menjelaskan kognisi (pengetahuan), contohnya : berpikir, memahami, mengerti, mengetahui, dan lain sebagainya.
  • Verba Relasional merupakan kata kerja yang menghubungkan antara subjek dengan pelengkap. Contoh verba relasional ini yaitu : ada, adalah, ialah, memiliki/mempunyai, merupakan, yaitu, dan lain sebagainya.

^Referensi : Buku LP2IP BI Kelas XII


Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top