Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

14 Mei 2016

Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Ciri-ciri dan Contohnya

Pengertian, Ciri Kebahasaan dan Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya - Oke gak susah pakai basa basi berlebihan, langsung aja simak pembahasannya berikut ini....

Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Kaidah Kebahasaan dan Contohnya

A. PENGERTIAN TEKS ANEKDOT


Teks Anekdot adalah cerita pendek yang memiliki unsur lucu/humor dan menarik, akan tetapi memiliki maksud untuk mengkritik suatu hal, kejadian atau perkara.

B. TUJUAN TEKS ANEKDOT


Anekdot kadangkala berisikan sindiran alami dengan menyertakan kisah lucu di dalamnya. Unsur lucu di dalam anekdot terkadang bukanlah lelucon, karena tujuan utamanya bukan untuk memberikan tawa. 

Anekdot lebih menitikberatkan untuk mengungkapkan pada kebenaran yang lebih umum dibanding kisah nyata itu sendiri. Selain itu juga untuk menggambarkan suatu sifat karakter dengan ringan sehingga mampu menghentak dalam pemahaman yang langsung pada intinya. 

C. CIRI-CIRI TEKS ANEKDOT


  1. Ceritanya singkat : teksnya sederhana.
  2. Terkandung Unsur lucu di dalamnya : Misalnya : KUHP diplesetkan menjadi sebuah makna yang berbeda yaitu Kasih Uang Habis Perkara ; Kitab Pencerdas Otak merupakan plesetan dari kertas contekan pelajar.
  3. Terkandung sindiran : Misalnya menyindir aparat penegak hukum.
  4. Terkandung ungkapan
  5. Adanya konjungsi : Misalnya : lalu, kemudian, setelah itu, dan sebagainya.
  6. Ceritanya faktual : Isi cerita diambil dari kejadian yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Misalnya, sanksi/denda digantikan dengan uang (hal itu saat ini memang benar-benar terjadi di masyarakat).

D. STRUKTUR TEKS ANEKDOT


  • Abstraksi
  • Orientasi
  • Event
  • Krisis
  • Reaksi
  • Koda

E. CONTOH TEKS ANEKDOT BESERTA PENJELASANNYA


Kitab Pencerdas Otak

Karya : Asrur Rifa

Suatu pagi, si Tejo bangun kesiangan karena sibuk main PS semalam suntuk. Alhasil, ia tak sempat mandi, tak sempat makan dan tak sempat membawawa buku. Sesampainya di sekolah, bel masuk berbunyi. Dengan wajah kusam, perut lapar dan bau badan yang sangat menusuk hidung, ia pun masuk ke kelas.

Selang beberapa menit, Pak Trisno datang dan langsung memerintahkan siswanya untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan olehnya. Soal tersebut dimaksudkan untuk ulangan dadakan, alhasil si Tejo gelagapan. Ia belum sempat belajar dan langsung protes ”Pak kan belum dikasih tahu hari ini ulangan pak? ” Pak Trisno menjawab, “Sudah diam, kerjakan saja. Jangan banyak protes !”

Setelah gertakan dihentakkan oleh pak Trisno, semua siswa terdiam dan mengerjakan soal masing-masing. Semua siswa kesulitan dalam mengerjakan soal karena itu merupakan ulangan dadakan. Ketika yang lain kesusahan, Tejo dengan santainya membuka buku teman sebangkunya di laci tanpa sepengetahuan Pak Trisno. 

Ia membacanya dan langsung mengerjakan soal dengan cepat. Ia mengumpulkan lembar jawab yang pertama kali. Pak Trisno pun terheran-heran karena baru 10 menit dia sudah selesai mengerjakan, padahal soalnya relatif susah.

Setelah mengumpulkan lembar jawab, Tejo langsung tertidur karena sangat mengantuk. Pak Trisno pun membiarkannya karena ingin menyelidiki sekitar tempat duduk kerjaannya. Pak trisno mencari tahu jimat handalnya Tejo, bagaimana soal sesusah itu dikerjakannya dalam waktu 10 menit. 

Tanpa sepengetahuan Tejo, Pak Trisno memeriksa laci dan melihat sebuah buku. Ia langsung membuka buku dan memeriksanya. Setelah itu ia langsung memukulkan buku itu kepada Tejo, alhasil Tejo terbangun.

“Ini apa ? Buat apa ?”

“Itu kitab pencerdas otak pak, biar ulanganku sukses.”

“ooh gitu, selamat ya kamu dapat nilai 0.”

“Makasih pak, eeehh 0 pak ? Gak salah pak ? Salah saya apa ?”

“Salah kamu ya mencontek toh le...”

“Loh pak, kan saya cuma membaca kitab pak ?”

“Membaca sama aja mencontek Tejo bin Paijooooooo...”

“Berarti saya salah ya pak ?”

“Ya iya lah. Selamat ya jo nilai kamu memuaskan saya hari ini, saya kenyang liat kamu.”

“Makasih banyak pak.” 

Semua siswa pun tertawa terbahak-bahak menyaksikan percakapan mereka berdua. 

Setelah itu semuanya mengumpulkan jawaban dan mengikuti pelajaran berikutnya. Kelas kembali berlangsung normal.

SOAL : Tentukan struktur dari cuplikan teks anekdot di atas !

JAWAB :

Abstraksi : Suatu pagi, si Tejo bangun kesiangan karena sibuk main PS semalam suntuk. Alhasil, ia tak sempat mandi, tak sempat makan dan tak sempat membawawa buku. Sesampainya di sekolah, bel masuk berbunyi. Dengan wajah kusam, perut lapar dan bau badan yang sangat menusuk hidung, ia pun masuk ke kelas.

Orientasi : Selang beberapa menit, Pak Trisno datang dan langsung memerintahkan siswanya untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan olehnya. Soal tersebut dimaksudkan untuk ulangan dadakan, alhasil si Tejo gelagapan. Ia belum sempat belajar dan langsung protes ”Pak kan belum dikasih tahu hari ini ulangan pak? ” Pak Trisno menjawab, “Sudah diam, kerjakan saja. Jangan banyak protes !”

Event : Setelah gertakan dihentakkan oleh pak Trisno, semua siswa terdiam dan mengerjakan soal masing-masing. Semua siswa kesulitan dalam mengerjakan soal karena itu merupakan ulangan dadakan. Ketika yang lain kesusahan, Tejo dengan santainya membuka buku teman sebangkunya di laci tanpa sepengetahuan Pak Trisno. 

Ia membacanya dan langsung mengerjakan soal dengan cepat. Ia mengumpulkan lembar jawab yang pertama kali. Pak Trisno pun terheran-heran karena baru 10 menit dia sudah selesai mengerjakan, padahal soalnya relatif susah.

Krisis : Tanpa sepengetahuan Tejo, Pak Trisno memeriksa laci dan melihat sebuah buku. Ia langsung membuka buku dan memeriksanya. Setelah itu ia langsung memukulkan buku itu kepada Tejo, alhasil Tejo terbangun.

“Ini apa ? Buat apa ?”

“Itu kitab pencerdas otak pak, biar ulanganku sukses.”

“ooh gitu, selamat ya kamu dapat nilai 0.”

“Makasih pak, eeehh 0 pak ? Gak salah pak ? Salah saya apa ?”

“Salah kamu ya mencontek toh le...”

“Loh pak, kan saya cuma membaca kitab pak ?”

“Membaca sama aja mencontek Tejo bin Paijooooooo...”

“Berarti saya salah ya pak ?”

“Ya iya lah. Selamat ya jo nilai kamu memuaskan saya hari ini, saya kenyang liat kamu.”

“Makasih banyak pak.” 

Semua siswa pun tertawa terbahak-bahak menyaksikan percakapan mereka berdua.

Reaksi : Setelah itu semuanya mengumpulkan jawaban dan mengikuti pelajaran berikutnya.

Koda : Kelas kembali berlangsung normal.

NB : Karena ini merupakan soal latihan, coba teliti kembali jawaban di atas. Sudah benarkah penempatan strukturnya ? Jika sobat merasa janggal akan jawaban tersebut, sobat bisa meneliti dan memperbaikinya kembali. Selamat mengerjakan :)

Baca ini juga bro : Pengertian, Struktur dan Ciri Bahasa Teks Ulasan Drama/Film

Nah, cukup sekian pembahasan mengenai pengertian teks anekdot, struktur, kaidah kebahasaan dan contohnya. Semoga dapat menambah wawasan kita terhadap berbagai macam teks yang ada di mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Salam Pelajar Indonesia !

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top