Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

19 Mei 2016

Pengertian dan Bentuk Kerukunan Umat Beragama

Pengertian Kerukunan Umat Beragama dan Bentuk Kerukunan Umat Beragama – Seperti yang telah kita ketahui bersama, negara Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam agama. Agama-agama yang ada di Indonesia seperti Islam, kristen, Katolik, Hindhu, Buddha, Konghucu, dan sebagainya.

Pengertian dan Bentuk Kerukunan Umat Beragama

Keberagaman tersebut tidak serta merta menjadikan hambatan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. 

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita harus menjaga hubungan dan toleransi antar umat beragama. Jika kita ingin tetap mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, maka kita perlu membangun dan menerapkan kerukunan umat beragama.

Apa Itu Kerukunan Beragama ?


Pengertian dari kerukunan umat beragama yaitu sikap seorang umat yang memiliki agama  guna mewujudkan kehidupan yang serasi, dengan tidak membedakan pangkat, kedudukan sosial, tingkat kekayaan, suku, ras, golongan, keturunan dan lainnya.

Kerukunan beragama dimaksudkan agar terbina dan terpelihara hubungan dengan baik dalam pergaulan antar warga baik yang seagama, berlainan agama maupun hubungan dengan pemerintah.

Apa Saja Bentuk Kerukunan Beragama ?


Di Indonesia, kita mengenalnya dengan “Konsep Tri Kerukunan Beragama”, yang terdiri dari :
  • Kerukunan internal umat seagama.
  • Kerukunan antar umat berbeda agama.
  • Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah.
Bagaimana perwujudan dari konsep tri kerukunan beragama tersebut ? 

Untuk mengetahuinya, simaklah ulasan berikut.

#1. Kerukunan umat seagama
berarti adanya kesepahaman dan kesatuan untuk melakukan amalan dan ajaran agama yang dipeluk dengan menghormati adanya perbedaan yang masih ditolerir. Dengan kata lain, sesama umat seagama tidak boleh saling menghina, bermusuhan ataupun menjatuhkan, melainkan harus dikembangkan sikap saling menghargai, menghormati, dan toleransi apabila terdapat perbedaan, asalkan perbedaan tersebut tidak menyimpang dari ajaran agama yang dianut.

#2. Selanjutnya, kerukunan antar umat berbeda agama adalah cara atau sarana untuk mempersatukan dan mempererat hubungan antara orang-orang yang tidak seagama dalam proses pergaulan di masyarakat, tetapi bukan ditujukan untuk mencampuradukan ajaran agama.

Hal ini perlu dilakukan guna menghindari terbentuknya fanatisme ekstrim yang membahayakan keamanan, dan ketertiban umum.

Bentuk nyata yang bisa dilakukan adalah dengan adanya dialog antar umat beragama yang di dalamnya bukan membahas perbedaan, akan tetapi memperbincangkan kerukunan, dan perdamaian hidup dalam bermasyarakat.

Intinya adalah bahwa masing-masing agama mengajarkan untuk hidup dalam kedamaian dan ketentraman.
#3. Kerukunan umat beragama dengan pemerintah, maksudnya adalah dalam hidup bersama, masyarakat tidak lepas dari adanya aturan pemerintah setempat yang mengatur tentang kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat tidak boleh hanya mentaati peraturan agamanya masing-masing, melainkan juga harus mentaati hukum yang berlaku di negara Indonesia.

Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan tidak boleh dimaknai sebagai kebiasaan untuk tidak beragama atau kebebasan untuk memaksakan ajaran agama kepada orang lain yang sudah memeluk agama yang dianutnya.

Baca juga : Pengertian Kemerdekaan Beragama dan Berkepercayaan

Nah demikianlah artikel singkat mengenai pengertian dan bentuk kerukunan umat beragama, semoga dapat menjadi acuan kita dalam menjaga toleransi antar umat beragama di Indonesia.

#Save_Bhinneka_Tunggal_Ika

Referensi^
  • Buku BSE kelas XI PPKn

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top