Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

29 Mei 2016

Cara Menulis Puisi Bebas dengan Menggunakan Pilihan Kata yang Sesuai

Cara Menulis/Membuat Puisi Bebas Menggunakan Pilihan Kata yang Sesuai – Menulis puisi tidaklah sulit, yang penting kamu bisa menentukan tema atau masalah yang akan ditulis dalam puisimu. 

Cara Menulis Puisi Bebas dengan Menggunakan Pilihan Kata yang Sesuai

Kamu dapat menulis puisi berdasarkan pengalaman, menulis puisi berdasarkan membaca puisi, atau menulis puisi karena kamu mengartikan/mengalihkan bahasa, misalnya puisi bahasa Inggris dijadikan menjadi puisi dengan bahasa Indonesia.

Menulis puisi sebenarnya tidak perlu ditakuti, karena puisi merupakan karangan yang tidak jauh beda dengan bentuk karangan lain. Hanya karena bentuk dan bahasalah, karangan itu disebut puisi. 

Bahasa puisi memiliki kekhasan tersediri. Bahasa puisi singkat, tapi menuh makna. Oleh karena itu, diksi merupakan pilihan kata yang sangat diutamakan untuk ketepatan makna. Di samping itu, unsur bunyi harus diperhatikan serta mungkin juga memanfaatkan potensi majas agar suasana puisi menjadi lebih berasa.

Menulis puisi membutuhkan proses. Artinya, seseorang yang pandai menulis puisi termasuk para penyair besar, itu tidak serta merta menjadi pandai, tetapi memerlukan latihan. Kali ini kamu akan diajak belajar menulis puisi yang baik dan benar. 

Cara Menulis/Membuat Puisi Bebas


Untuk tahap awal menulis puisi, dapat dilakukan dengan beberapa rangsang kegiatan. Hal-hal yang dapat merangsang kreativitas kamu agar dapat memulai menulis puisi antara lain :
  • Menulis puisi dengan rangsang gambar.
  • Menulis puisi dengan memperhatikan objek.
  • Menulis puisi dengan menuangkan pengalaman.
  • Menulis puisi dengan berpedoman pada peristiwa.
  • Menulis puisi dengan iuran kata.
  • Menulis puisi dengan rangsang iklan.
Mari kita coba salah satu dari beberapa rangsang di atas, yaitu menulis puisi dengan teknik iuran kata. Menulis puisi dengan teknik iuran kata dilakukan dengan cara terlebih dahulu mendaftar kata-kata yang berkenaan dengan tema tertentu. 

Untuk tahap awal iuran, kamu bisa melakukannya berdasarkan kata-kata yang telah disusun tadi. Setelah itu, pikirkanlah kata-kata yang berkesan dalam dirimu mengenai puisi yang akan dibuat. Kemudian, jadikanlah kata-kata tersebut sebagai modal untuk dikembangkan menjadi puisi.

Sebagai contoh, kamu menuliskan kata-kata yang berhubungan dengan warna, kata yang ada dalam pikiranmu : hitam, merah, jingga, biru, putih. Dari deretan kata-kata itu, dapat disusun menjadi baris-baris puisi.

Contoh :
Pagi yang Cerah
Kabut hitam menyelimuti bumi
Langit di ufuk timur
Mulai memunculkan sinar merah membara
Sang surya mulai menggeliat
Langit pancarkan warna jingga
Tak berapa lama
Langit biru terlihat di atas sana
Dihiasi awan putih bersih di angkasa
Kamu juga bisa mengumpulkan deret kata yang berhubungan dengan hal-hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Dapat berupa perasaan, benda, kegiatan, dan lain-lain.

Kita contohkan lagi, misal kita mencari iuran kata yang berhubungan dengan sawah. Kata-kata yang terkumpul di antaranya : tanah, sawah, padi, sungai, air, gubuk, pak tani, dan lumpur. Kata-kata tersebut dapat disusun menjadi puisi, misalnya seperti contoh di bawah ini :
Sawah 
Tanah basah terhampar luas
Hamparan padi bak permadani
Sawah subur di pinggir kali
Gemerincik air menemani para petani
Bila panas memanggang
Gubuk bambu jadi tumpuan
Tempat berlindung pak tani
Setelah bergelut dalam lumpur
Hingga senja hari
Perlu kamu ketahui bahwa deret kata yang kamu kumpulkan tadi berfungsi sebagai modal dan pembuka ide. Bia tidak diperlukan, beberapa kata boleh diabaikan dan tidak dipakai. 

Selain itu, kamu juga boleh menambahkan kata atau mengganti satu kata dengan kata lain yang menurut kamu lebih bermakna dan berkesan.

Setelah tersusun puisi, kegiatan selanjutnya adalah mengedit puisi. Mengedit maksudnya adalah meneliti kata per kata dalam puisi. Bila puisi masih terlalu panjang dan terdapat kata-kata yang tidak perlu, pemadatan kata perlu dilakukan. Hilangkan kata-kata yang tidak diperlukan kehadirannya tanpa mengurangi nilai dan maksud puisi. 

Ganti kata-kata yang kurang menyentuh dengan kata lain yang kamu anggap lebih berkesan. Masukkan juga beberapa kata  yang mengandung unsur simbolik sehingga puisi yang kalian susun mampu membuat orang ain berpikir dan merenung. 

Kamu juga bisa menambahkan berbagai majas di dalamnya. Hal ini akan membuat puisi jauh lebih menarik untuk didengarkan. Akhirnya, jangan lupa mengoreksi permainan bunyi dari kata-kata yang kamu pilih. 

Puisi bebas tidak mensyaraktan rima tertentu, tetapu bunyi akhir yang tertata akan membuat puisi enak dinikmati.
Pada dasarnya semua orang dapat menulis puisi termasuk kamu. Hanya saja, memang dibuthkan latihan. Latihan yang berulang-ulang dan berkesinambungan akan membuat kalian mahir memaniikan kata-kata yang akan disusun menjadi puisi yang hebat. 

Kamu dapat menulis puisi berangkat dan bersumber dari mana saja. Bila sudah tergerak ingin menulis, jangan ditunda ! Nantinya, kalau ditunda keinginan itu belum tentu muncul lagi. Saat sudah mulai menulis, biarkan goresan penamu merangkai kata. Jangan dulu berpikir puisimu jelek. 

Jangan berpikir akan menulis beberapa baris, beberapa bait ! Bila semua yang ingin dituangkan sudah terasa terwakili oleh pilihan kata dalam puisimu, itulah sebenarnya puisi yang paling orisinil. Pengalaman ini sebagai modal untuk menulis dan menulis puisi selanjutnya.

Mari Berpuisi !

Cobalah sobat menuliskan hal-hal yang kamu dengarkan, rasakan dan lihat, Kemudian buatlah larik-larik puisi yang mengandung kata-kata yang telah dituliskan !

Setelah tersusun, bacalah susunan larik yang telah kamu buat ! Cermatilah larik-larik tersebut dengan kepekaan rasamu, hingga kamu menemukan kata atau larik yang harus diperbaiki atau diganti dengan kata lain.

Baca Juga Materi : Cara Menulis Teks Berita yang Baik dan Benar

Kamu juga bisa memindahkan posisi larik dengan yang lain, sehingga puisimu akan lebih bermakna dan menarik. Untuk memperindah puisi, perhatikan gaya bahasam pilihan kata, rima/bunyi-bunyi akhir di setiap larik.

Tertarik untuk mencoba ?

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top