Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

5 Januari 2016

5 Tahapan Proses DHCP Server untuk Memberi Nomor IP

Tahapan Proses DHCP Server untuk Memberikan Konfigurasi Nomor IP – Apa itu DHCP ? DHCP (Dynamic Host Control Protocol) atau dalam bahasa Indonesia Protokol Konfigurasi Host Dinamik adalah sebuah protokol jaringan komputer yang mengatur pemberian konfigurasi jaringan secara otomatis kepada komputer client.

Tahapan Proses DHCP Server untuk Memberi Nomor IP
5 Tahapan Proses DHCP Server untuk Memberi Nomor IP


Sedangkan pengertian dari DHCP Server yaitu suatu alat yang digunakan untuk memberikan IP address kepada client/workstation yang memerlukan sebuah IP address. Jadi intinya ada sebuah timbal balik antara komputer satu dengan lainnya untuk saling memberi suatu IP Address di dalam jaringan. 

Komputer yang memberikan nomor IP pada komputer lain disebut dengan DHCP server. Sedangkan komputer yang menerima nomor IP disebut dengan DHCP client.

Dengan adanya sistem ini, seorang administrator tidak perlu susah payah memberikan nomor IP secara manual pada saat mengkonfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP server.

Dalam prosesnya, DHCP menggunakan beberapa tahap untuk memberikan konfigurasi nomor IP. Mungkin banyak orang yang mengetahui proses DHCP itu ada 4 tahapan, namun ternyata masih ada 1 tahapan lagi yang harus dipenuhi. Jadi, sebenarnya ada 5 tahap dalam proses DHCP server.
Adapun 5 tahapan proses tersebut yaitu :

#1. IP Least Request (client meminta)


Proses dimana client meminta nomor IP kepada server (broadcast mencari DHCP server). 

Ketika DHCP client dihidupkan, komputer tersebut akan meminta (request) kepada DHCP server untuk mendapat nomor IP yang sedang dibutuhkan.

#2. IP Least Offer (server menawarkan)


Tahap dimana DHCP server menjawab permintaan dengan menawarkan nomor IP kepada client. 

Pemberian nomor IP pada tahap ini mengambil nomor yang ada di database DHCP server (dapat lebih dari satu server jika memang ada), setelah pengambilan nomor langkah selanjutnya yaitu menawarkannya kepada client.

#3. IP Lease Selection (client memilih)


Tahap saat client memilih penawaran dari DHCP server yang pertama diterima.

Setelah client memilih, maka client kembali melakukan broadcast dengan mengirim pesan persetujuan peminjaman nomor IP tersebut kepada DHCP server
.

#4. IP Lease Acknowledge (server mengkonfirmasi)


Tahap ketika DHCP server memberikan balasan atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi lain kepada client dengan sebuah ACKnowledgement.

Setelah client melakukan inisialisasi (mengidentifikasi) dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut, client dapat bekerja pada jaringan tersebut.

Nomor IP yang diberikan server bersamaan dengan pemberian subnet mask dan default gateway. Setelah server memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool.

Seandainya tidak ada nomor IP yang dapat diberikan, client tidak dapat melakukan inisialisasi TCP/IP sehingga tidak dapat tersambung di jaringan.

#5. Lease Period (masa waktu habis)


Setelah kurun waktu tertentu, maka pemakaian DHCP client tersebut dinyatakan selesai.

Dalam tahapan ini, client tidak dapat memperbaharui permintaan kembali, sehingga nomor IP harus dikembalikan kepada DHCP server. Selanjutnya server memberikan nomor IP tersebut kepada client lain yang sedang membutuhkan.

Lamanya periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya tergantung dari administrator server yang mengaturnya.


Demikianlah pembahasan mengenai tahapan proses DHCP untuk memberi konfigurasi nomor IP dalam sebuah jaringan. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan sobat mengenai sistem, proses dan cara kerja DHCP.

Salam jomblo, eh... Salam anak TKJ !

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top