Siswa Master

Berbagi Mata Pelajaran Sekolah, Tips Belajar dan Info Menarik Lainnya | Lengkap dan Terpercaya

3 November 2015

Langkah-Langkah Menulis Cerpen yang Baik dan Benar

Langkah membuat cerita pendek sesuai prosedur yang  baik dan benar – Untuk menulis atau memproduksi teks cerpen, kita harus tahu cara, urut-urutan atau langkahnya dengan baik. Dengan menggunakan prosedur yang baik, maka proses pembuatan akan jauh lebih mudah. 

Langkah-langkah Menulis Cerpen yang Baik dan Benar

Namun untuk penulis professional yang sudah sering berkecimpung di dunia tulis menulis, membuat cerpen sudah menjadi hal yang sangat gampang. Berbanding terbalik dengan pemula yang harus memerlukan metode atau cara dalam menyelesaikan cerpen. 

Nah bagaimana sih cara membuat sebuah cerita pendek itu ?


Berikut adalah cara membuat / menulis teks cerpen :

1. Memilih topik atau tema

Anda dapat memilih tema apapun juga sesuai keinginan yang dikehendaki. Tema dalam cerpen sangatlah banyak, tidak susah bingung untuk mencari sebuah tema. Contoh tema tersebut yakni tema percintaan, misteri, pendidikan, persahabatan, sosial, dan lain sebagainya.

Tanpa sebuah tema, memproduksi teks cerpen menjadi jauh lebih susah dari apa yang dibayangkan. Yang seharusnya jadi dalam 2 jam, malah baru jadi 6 jam kemudian karena kebingungan menentukan fokus cerita.

2. Tentukan jenis cerpen dan target bacanya

Menentukan jenis cerpen seperti cerpen horor, drama, religi, romantis, tragis, misteri, drama komedi, komedi romantis, biografi, dan lain sebagainya. Menentukan jenis cerpen akan lebih memfokuskan cerita pada gaya bahasa yang lebih mengena. Misalnya jika Anda ingin membuat cerpen jenis horor, maka buatlah sesuatu yang terkesan menakutkan dan mencekam. Hal-hal absurd dan aneh lebih ditonjolkan agar terkesan benar-benar horor. Intinya jangan tanggung-tanggung menulis cerpen sesuai jenis yang akan di buat.

Target baca penting dalam hal ini. Buatlah kesan cerpen secara menarik untuk memikat target baca, baik itu anak-anak, remaja, dewasa, atau segala umur. Target baca harus jelas, jangan dipadukan dengan yang lainnya. Cerpen anak-anak tentu tidak sama dengan cerpen dewasa, cerpen remaja juga tidak sama dengan cerpen dewasa. 

3. Menentukan tokoh-tokoh

Persiapkan tokoh-tokoh yang akan dibuat dalam cerpen dengan matang. Tokoh ini meliputi tokoh utama dan tokoh sampingan. Nama-nama tokoh juga harus sesuai dengan cerpen.

4. Menganalisis watak tokoh

Watak tokoh atau penokohan dapat dibuat sesuai dengan cerita yang akan dibuat. Penokohan ini dapat digambarkan dari paparan langsung maupun tidak langsung. Paparan langsung misalnya dialog antar tokoh, pikiran tokoh, dan penggambaran fisik tokoh. Anda dapat membuat sebuah watak jika Anda memang sudah benar-benar memahami cerpen apa yang akan dibuat.

5. Menulis garis besar cerita

Garis besar cerita meliputi apa-apa saja yang akan terjadi, konflik yang akan terjadi serta penyelesaian. Buatlah garis besar cerita dengan singkat, padat dan jelas serta harus memperhatikan berbagai kejadian yang akan muncul.

6. Menentukan alur

Tentukan alur cerita secara tepat dan baik sehingga memberi kesan mendalam bagi pembaca.
Perlu diketahui, alur ada 3 yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran.  Ketiganya memiliki tahapan yaitu :
  • Perkenalan
  • Penanjakkan
  • Klimaks
  • Puncak klimaks
  • Penyelesaian / anti klimaks
Tahapan tersebut harus benar-benar diperhatikan agar alur menjadi baik dan menarik.

7. Menentukan latar cerita

Di mana cerita terjadi ? kapan terjadinya ? bagaimana suasananya ? tentukan kesemuaannya dengan jelas. Dapat digambarkan secara langsung maupun tidak langsung.

8. Memilih gaya penceritaan atau sudut pandang

Untuk menulis cerpen, perlu adanya sudut pandang yang jelas. Sudut pandang ini terdiri dari 2 macam, yaitu sudut pandang pertama dan ketiga. Untuk penggunaan sudut pandang itu sendiri, sudut pandang ada 4 yaitu :
  • Orang pertama sebagai pelaku utama.
  • Orang pertama sebagai pelaku sampingan.
  • Orang ketiga serba tahu.
  • Orang ketiga sebagai pengamat.
9. Memilih diksi yang sesuai

Dengan adanya diksi atau pemilihan, sebuah cerpen akan jauh lebih menarik dan tidak berkesan biasa saja. Pemilihan kata yang sesuai juga dapat dijadikan tombak untuk memperoleh cerpen yang berkualitas. 

Pilihlah diksi dengan memperhatikan padu tidaknya antar kata dan kalimat. Jangan asal memilih diksi, karena diksi juga ikut berperan dalam suksesnya sebuah cerpen.

10. Membuat kerangka karangan sesuai alur

Setelah tahapan sebelumnya selesai, maka langkah selanjutnya adalah membuat kerangka. Kerangka dibuat sesuai alur yang ditentukan dan mencakup langkah yang sebelumnya sudah dibuat.

11. Memperhatikan unsur intrinsik dan ekstrinsik 

Perhatikan semua unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen dengan baik.

12. Mulai menyusun cerpen dengan memperhatikan padu tidaknya antar kalimat

Hal ini juga berkaitan dengan diksi yang sesuai. Menyusun cerpen dengan diksi yang sesuai akan mempermudah penyusunan kata agar padu dengan kalimat sebelumnya.

Intinya, tulis cerita sesuai kerangka yang telah dibuat dan berikan diksi yang benar-benar tepat dengan memperhatikan padu tidaknya kalimat. Jika antar kalimat tidak padu, maka akan terkesan janggal. 

13. Memberi judul yang paling sesuai dengan cerpen yang telah dibuat

Buatlah judul semenarik mungkin berdasar isi cerpen. Unik, berkesan,beda dari yang lain dan jarang ditemui.
Periksa dan koreksi kembali jika terdapat kesalahan

Baca dahulu, periksa dan perbaiki kesalahan dalam segala aspek. Misalnya memperbaiki ejaan, memperbaiki struktur, memperbaiki ketidakpaduan kalimat, dan lainnya.

Kesimpulan...

Langkah-langkah atau cara membuat cerpen memang terlihat menyusahkan. Namun bagi pemula maka ini sangat mempermudah pembuatan cerpen. Jadi sangat disarankan untuk menggunakan prosedur ini secara baik dan benar.

Jika metode ini terasa lebih susah, maka buatlah cerpen sesuai metode dari diri sendiri. Intinya pilihlah metode yang cepat, mudah dan efisien dalam membuat sebuah cerpen.

4 komentar

silahkan gan, asalkan tetap cantumkan link sumber...

maksud orang ketiga sebagai pengamat apa ya ka?
bisa tolong di jelaskan?

Penulis cerita menggambarkan apa yang dilihat, didengar, yang dialami dan yang dirasakan oleh tokoh utama dalam cerita, akan tetapi hal tersebut sangat terbatas hanya pada seorang tokoh saja. Tokoh yang ada dalam cerita mungkin cukup banyak tetapi mereka tidak diberikan kesempatan yang lebih untuk menunjukan sosok yang sebenarnya, jadi hanya tokoh utama saja yang menunjukan sosok yang sebenarnya.
lebih lengkapnya browsing aja mba. trmksh

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)

 
Back To Top